Jalan Amblas
BPBD Pasangkayu Minta Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Amblas di Dusun Tobengo
Menurutnya, penanganan bencana idealnya melibatkan tiga unsur utama: pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kalaksa-BPBD-Pasangkayu-Arhamuddin-dan-Kondisi-jalan-penghubung-di-Dusun-Tobengo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jalan penghubung di Dusun Tobengo ambruk akibat plat duiker patah dan banjir.
- BPBD mendorong warga dan pihak swasta gotong royong untuk penanganan awal jalan rusak.
- Pemerintah daerah tetap akan melakukan perbaikan sesuai kemampuan anggaran.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, meminta warga di Dusun Tobengo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, ikut gotong royong memperbaiki jalan yang ambruk.
Permintaan ini disampaikan Senin (9/2/2026) di kantor BPBD Pasangkayu, sebagai langkah antisipasi dini mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Dalam menyikapi keterbatasan anggaran, kami berharap semangat gotong royong di masyarakat bisa dimunculkan kembali, terutama untuk penanganan awal infrastruktur rusak akibat bencana,” ujar Arhamuddin.
Baca juga: Jalan di Dusun Tobengo Pasangkayu Ambruk, Tak Bisa Dilalui Mobil
Baca juga: Warga Tiga Desa di Tutar Polman Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Parah 18 Kilometer
Meski demikian, Arhamuddin menegaskan pemerintah tetap berupaya melakukan penanganan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
“Pemerintah tetap mengupayakan langkah-langkah penanganan, tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” tambahnya.
Ia juga mendorong partisipasi pihak swasta, khususnya perusahaan di sekitar wilayah terdampak, untuk membantu penanganan bencana di desa sekitar area operasional mereka.
“Partisipasi aktif pihak swasta sangat kami harapkan. Perusahaan di sekitar wilayah terdampak diharapkan bisa ikut membantu apabila terjadi bencana di desa sekitar wilayah operasionalnya,” jelas Arhamuddin.
Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Swasta
Menurutnya, penanganan bencana idealnya melibatkan tiga unsur utama: pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan.
“Penanganan bencana itu tidak bisa hanya satu pihak. Harus ada sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasangkayu belum dapat dikonfirmasi terkait rencana perbaikan permanen karena sedang berada di luar daerah.
Jalan penghubung di Dusun Tobengo ambruk sekitar satu bulan terakhir akibat plat duiker patah.
Kerusakan ini dipicu banjir besar yang berlangsung satu hari dua malam, sehingga badan jalan amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Warga setempat terpaksa membuat jembatan darurat dari batang kelapa agar sepeda motor masih bisa melintas sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan
| Jalan Penghubung di Mehalaan Mamasa Sulbar Amblas Belum Diperbaiki |
|
|---|
| PUPR Belum Turun Tangan Lihat Jalan Amblas Desa Lebani , Warga Akan Swadaya Buat Jembatan Alternatif |
|
|---|
| BPBD Polman Akan Pasang Bronjong Jalan Amblas di Desa Kunyi yang Rusak karena Hujan |
|
|---|
| BPJN Sulbar Target Pekan Ini Perbaikan Jalan Amblas di Rangas Majene Sudah Bisa Dua Jalur |
|
|---|
| Jangan Lewat! Jalan Amblas di Rangas Majene Ditutup Siang Ini Selama 2,5 Jam, Hingga Pukul 4 Sore |
|
|---|