Pasangkayu
Jalan di Dusun Tobengo Pasangkayu Ambruk, Tak Bisa Dilalui Mobil
Kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan hingga kini belum mendapat penanganan
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/GFR3GTRE.jpg)
Ia menjelaskan, akibat terkikisnya bagian bawah duiker, struktur penyangga tidak lagi kuat. Saat plat duiker patah, aspal di atasnya pun ikut ambruk.
“Begitu duikernya patah, otomatis aspal di atasnya juga ikut turun dan ambruk,” jelasnya.
Lokasi jalan yang ambruk ini berada sekitar 500 meter dari jalan poros utama.
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga Dusun Tobengo dan sekitarnya untuk menuju ke Kota Pasangkayu, sekaligus jalur utama untuk mengangkut hasil kebun warga seperti kelapa dan hasil pertanian lainnya.
Hamsah menambahkan, untuk sementara waktu warga secara swadaya memasang batang kelapa sebagai jembatan darurat, sambil menunggu adanya perbaikan dari pemerintah.
“Ini inisiatif warga sendiri. Daripada tidak bisa lewat sama sekali, kami pasang batang kelapa dulu,” katanya.
Menurut warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah desa setempat sudah sempat meninjau langsung kondisi jalan yang ambruk tersebut.
Namun hingga kini, perbaikan belum juga dilakukan.
“Sudah pernah ditinjau, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami masih menunggu kapan dikerjakan,” ungkap Hamsah.
Meski sejauh ini belum ada laporan kecelakaan di lokasi tersebut, warga mengaku khawatir kondisi jalan akan semakin parah jika dibiarkan terlalu lama, terlebih saat hujan kembali turun.
Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sebelum kerusakan bertambah luas dan menimbulkan korban kecelakaan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| 15 Pelajar Pasangkayu Ikuti Seleksi Paskibraka Provinsi Sulbar 2026, 4 Orang Tembus Tahap Nasional |
|
|---|
| Aliansi Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Desak DPRD Pasangkayu Awasi CSR dan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Aliansi Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Demo DPRD Pasangkayu, Soroti Harga TBS Sawit dan CSR Perusahaan |
|
|---|
| Biar Mandiri, Agus Ambo Djiwa Minta Pesantren di Pasangkayu Kelola Sawah dan Ternak Sendiri |
|
|---|
| POTRET Puluhan Siswa di Pelosok Pasangkayu Belajar di Gereja |
|
|---|