Kamis, 21 Mei 2026

Nelayan Hilang

Nelayan Sarjo Hilang Sepekan, Perahu Rusak Ditemukan di Perairan Perbatasan Sulbar-Sulteng

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kini memasuki hari kedua dengan fokus penyisiran perairan Kecamatan Sarjo ke arah utara.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Nelayan Sarjo Hilang Sepekan, Perahu Rusak Ditemukan di Perairan Perbatasan Sulbar-Sulteng
Istimewa/Basarnas
NELAYAN HILANG - Seorang nelayan bernama Hasanuddin (53), warga Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilaporkan hilang saat melaut. Hingga hampir sepekan berlalu, korban belum ditemukan, sementara perahu miliknya ditemukan dalam kondisi rusak di perairan perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Seorang nelayan bernama Hasanuddin (53), warga Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilaporkan hilang saat melaut.

Hingga hampir sepekan berlalu, korban belum ditemukan, sementara perahu miliknya ditemukan dalam kondisi rusak di perairan perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Berdasarkan keterangan keluarga, Hasanuddin berangkat melaut pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 03.00 WITA.

Baca juga: Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Karossa Hilang di Perairan Sarjo

Namun, hingga beberapa hari setelah keberangkatan, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Khawatir dengan keselamatan korban, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian pada Kamis (25/12/2025).

Laporan itu kemudian diteruskan ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pasangkayu bersama Kanit Patroli Satpolairud Polres Pasangkayu mendatangi rumah keluarga korban untuk melakukan penelusuran awal.

Kakak korban, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa sebelum berangkat melaut, mesin perahu Hasanuddin sempat mengalami kerusakan dan belum sepenuhnya normal.

“Mesinnya sempat rusak dan saya sudah melarang dia melaut dulu. Tapi sekitar pukul tiga subuh, dia berangkat tanpa sepengetahuan saya,” ujar Jamaluddin.

Selain faktor mesin, kondisi cuaca buruk diduga memperparah situasi.

Keluarga menduga perahu korban mengalami mati mesin dan terombang-ambing diterjang ombak dan badai di laut.

“Sejak hari Senin, tidak ada lagi komunikasi dari korban,” tambahnya.

Informasi terbaru diperoleh melalui unggahan di media sosial.

Sejumlah barang milik korban, seperti kotak peralatan, alat komunikasi, dan identitas diri, ditemukan warga di wilayah Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam sekitar pukul 23.42 WITA.

Tak lama berselang, perahu korban dilaporkan ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ritman, warga Dusun Kulolu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved