Berita Pasangkayu
Retribusi Pasar Pasangkayu 2025 Tembus Rp193 Juta, Realisasi Dekati Target
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Pasangkayu, Musbar Lasibe, mengatakan capaian tersebut sangat positif.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Smart-Pasangkayu-Kelurahan-Pasangkayu-Kecamatan-Pasangkayu-Rabu-17122025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Realisasi retribusi pelayanan pasar di Pasangkayu hingga November 2025 mencapai Rp193 juta dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
- Target retribusi pasar 2025 sebesar Rp246 juta dinilai optimistis tercapai, meski jumlah pedagang pasar menurun sekitar 30 persen.
- Penurunan pedagang dipicu fasilitas pasar kurang layak, pergeseran ke penjualan online, dan cuaca, sehingga revitalisasi pasar diharapkan meningkatkan pendapatan daerah.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Realisasi retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Pasangkayu hingga November 2025 menunjukkan tren positif.
Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan mencatat, setoran retribusi pasar telah menembus angka Rp193 juta.
Menurutnya, angkat itu masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Pasangkayu, Musbar Lasibe, mengatakan capaian tersebut sangat positif.
Baca juga: Wahana Dinosaurus Sumbang PAD, Retribusi Rp14 Juta untuk Kas Daerah Polman
Jika dibandingkan dengan target retribusi pasar tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp246 juta.
“Realisasi hingga November sudah mendekati target. Kami optimistis masih ada tambahan hingga tutup tahun,” ujar Musbar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 lalu, realisasi retribusi pasar hanya mencapai Rp204 juta atau sekitar 78 persen dari target sebesar Rp263 juta.
Meski target tahun 2025 mengalami penurunan, capaian saat ini menunjukkan tren yang cukup menjanjikan.
Menurut Musbar, penurunan target retribusi pasar pada tahun 2025 dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah pedagang yang memanfaatkan los dan kios pasar.
Sekitar 30 persen pedagang memilih tidak lagi berjualan di dalam pasar dengan berbagai pertimbangan.
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya fasilitas los dan kios yang dinilai sudah kurang layak, pergeseran pola perdagangan ke sistem penjualan daring, serta kondisi cuaca yang kerap mengganggu aktivitas jual beli.
“Pasar sudah tidak seramai dulu. Banyak pedagang memilih berjualan di luar pasar atau secara online karena kondisi fasilitas yang membutuhkan pembenahan,” jelasnya.
Saat ini, tarif retribusi pasar yang diberlakukan sebesar Rp2.000 per hari untuk los, sementara kios dikenakan retribusi berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per bulan.
Namun demikian, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor tersebut.
| Remaja 14 Tahun Bobol Kotak Amal di Pasangkayu Disanksi Bersihkan Masjid 1 Bulan |
|
|---|
| Klarifikasi - Kasat Reskrim Klaim Tak Ada Paksaan Minum Alkohol di Anjungan Pasangkayu |
|
|---|
| Drainase Tertutup Tanah, Jalan Pattimura Pasangkayu Rawan Banjir saat Hujan |
|
|---|
| Air Bersih Belum Mengalir Merata di Kalibamba Pasangkayu, Warga Pertanyakan Proyek Rp1,36 Miliar |
|
|---|
| Laris di Musim Panas, Perantau Jateng di Pasangkayu Raup Omzet Rp600 Ribu Per Hari dari Es Dawet |
|
|---|