Berita Pasangkayu
Drainase Tertutup Tanah, Jalan Pattimura Pasangkayu Rawan Banjir saat Hujan
Air yang seharusnya mengalir lancar justru tertahan hingga akhirnya meluap ke badan jalan saat intensitas hujan meningkat.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-drainase-di-Jalan-Pattimura-Kelurahan-Pasangkayu-Kecamatan-Pasangkayu-dikeluhkan-warga.jpg)
Ringkasan Berita:
- Drainase di Jalan Pattimura, Pasangkayu, tertutup tanah dan sampah sehingga tidak berfungsi optimal.
- Kondisi ini menyebabkan genangan hingga banjir saat hujan deras turun.
- Warga berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar masalah tidak terus berulang.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kondisi drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, dikeluhkan warga. Saluran air tersebut tertutup tanah dan sampah sehingga tidak lagi berfungsi optimal dan memicu genangan hingga banjir saat hujan turun.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (30/4/2026), terlihat sepanjang kurang lebih 200 meter drainase di ruas jalan tersebut tertutup tanah hampir sepenuhnya.
Hanya tersisa beberapa sentimeter bagian fondasi drainase yang masih terlihat, sementara bagian dalamnya dipenuhi endapan pasir dan lumpur.
Baca juga: Jorok ! Sampah Plastik Menumpuk di Drainase Jl Yos Sudarso Binanga Mamuju, Air Sampai Hitam Pekat
Baca juga: Limbah Dapur MBG Penuhi Saluran Drainase Depan Gedung DPRD Polman, Busuk Menyengat
Sedimentasi dan Sampah Perparah Kondisi
Selain itu, sampah rumah tangga juga tampak berserakan di sepanjang saluran, memperparah kondisi yang ada.
Air yang seharusnya mengalir lancar justru tertahan hingga akhirnya meluap ke badan jalan saat intensitas hujan meningkat.
Akibatnya, kawasan tersebut kerap dilanda banjir, terutama pada musim hujan.
Genangan air bahkan sering mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas.
Salah seorang warga setempat, Sultan, saat ditemui di lokasi mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penanganan yang maksimal.
“Kalau hujan deras, air cepat sekali meluap ke jalan. Drainasenya sudah tertutup tanah, jadi air tidak punya jalur untuk mengalir,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebenarnya sudah beberapa kali melakukan pengerukan drainase. Namun, hasilnya tidak bertahan lama.
“Memang pernah digali, tapi tidak lama kemudian tertutup lagi. Tanah dan pasir dari sekitar sini terbawa air masuk ke dalam drainase, jadi cepat dangkal lagi,” tambahnya.
Menurut Sultan, kondisi geografis di sekitar lokasi yang cenderung memiliki timbunan tanah di sisi jalan menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi tersebut.
Saat hujan turun, material tanah dengan mudah hanyut dan masuk ke dalam saluran.
Warga pun berharap adanya penanganan yang lebih permanen dari pemerintah terkait, seperti pembangunan drainase yang lebih dalam atau pemasangan penahan tanah di sekitar saluran agar tidak mudah tergerus air.
| Air Bersih Belum Mengalir Merata di Kalibamba Pasangkayu, Warga Pertanyakan Proyek Rp1,36 Miliar |
|
|---|
| Laris di Musim Panas, Perantau Jateng di Pasangkayu Raup Omzet Rp600 Ribu Per Hari dari Es Dawet |
|
|---|
| Sampah Plastik Menumpuk di Selokan Depan Lapangan Merdeka Pasangkayu, Warga Khawatir Banjir |
|
|---|
| Petugas DLH Pasangkayu Kerja Ekstra Bersihkan Sampah Usai Konser di Alun-Alun Smart |
|
|---|
| Pengecoran Blok Angkur Dikebut, TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda |
|
|---|