Tarkam Pasangkayu Ricuh
Direktur Akademi PSM Febrianto Soroti Ricuh Final Bupati Cup Pasangkayu: Wasit Harus Adil
Selain faktor kepemimpinan wasit, Febrianto juga menyoroti pentingnya kedewasaan sikap seluruh pihak yang terlibat.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Febrianto-Wijaya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Direktur Akademi PSM menyoroti insiden ricuh pada final Bupati Cup IX Pasangkayu.
- Febrianto Wijaya menegaskan pentingnya kepemimpinan wasit yang adil dan sikap dewasa semua pihak.
- Kericuhan dipicu protes tambahan waktu dan berujung laporan polisi.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Insiden ricuh yang terjadi pada laga final Bupati Cup IX di Kabupaten Pasangkayu mendapat perhatian Direktur Akademi PSM, Febrianto Wijaya.
Saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025), Febrianto menilai tensi pertandingan sepak bola pada level apa pun memang sangat tinggi, terlebih pada partai final yang sarat gengsi dan dukungan suporter fanatik.
“Sepak bola itu tensinya tinggi. Semua tim punya suporter fanatik. Karena itu, pertandingan harus dituntun oleh wasit yang adil agar laga tetap kondusif,” ujar mantan pemain PSM Makassar tersebut.
Baca juga: Turnamen Sepak Bola di Pasangkayu Ricuh, Pemain Dihantam Hingga Memar, PSSI Turun Tangan
Ia menegaskan, peran wasit sangat krusial dalam menjaga stabilitas pertandingan, terutama pada momen-momen krusial seperti tambahan waktu.
Selain faktor kepemimpinan wasit, Febrianto juga menyoroti pentingnya kedewasaan sikap seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, pemain, ofisial tim, hingga suporter harus mampu mengendalikan emosi demi menjaga sportivitas.
“Tim dan suporter juga harus dewasa. Insiden seperti ini jelas mencoreng sepak bola kita,” tegasnya.
Meski menyayangkan kejadian tersebut, Febrianto menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan oleh semua pihak.
“Kita harus berbenah. Dicari sebab dan akibatnya. Tidak mungkin kejadian seperti ini muncul tanpa alasan. Itu tugas kita bersama,” katanya.
Ia berharap insiden serupa tidak kembali terulang pada turnamen sepak bola daerah di masa mendatang.
Kericuhan terjadi pada laga final Bupati Cup IX yang digelar di Stadion Ambo Djiwa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.30 Wita.
Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pasangkayu, Iptu Rully Marwan, insiden bermula saat pertandingan memasuki tambahan waktu babak kedua.
Wasit memberikan tambahan waktu selama sembilan menit.
Namun, korban bersama rekan setimnya menilai waktu tambahan tersebut telah terlampaui, bahkan lebih dari 10 menit, tanpa peluit akhir dari wasit.