Sabtu, 23 Mei 2026

Harga Bahan Pokok

Harga Bawang Merah di Pasangkayu Terjun Bebas, Harga Cabe Meroket

Sementara itu, tomat justru mengalami kenaikan harga. Dari sebelumnya Rp7 ribu, kini dijual Rp10 ribu per kilogram. 

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Harga Bawang Merah di Pasangkayu Terjun Bebas, Harga Cabe Meroket
Taufan
HARGA BAHAN POKOK-Seorang pedagang melayani pembeli di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (6/9/2025). Sejumlah harga bahan pokok terpantau berfluktuasi, di antaranya cabai keriting naik hingga Rp50 ribu per kilogram, sementara bawang merah turun menjadi Rp45 ribu per kilogram. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU- Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu mengalami fluktuasi menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Fluktuasi adalah sebuah kondisi di mana sesuatu mengalami perubahan naik-turun secara tidak stabil atau tidak menentu.

Pedagang Sukma mengatakan, harga bawang merah saat ini turun cukup signifikan. 

Baca juga: Bukan Hanya Rutinitas, Inilah 4 Manfaat Dahsyat Berzikir di Pagi Hari Menurut Ajaran Islam

Baca juga: Akhirnya Jl Nelayan Mamuju yang Dulu Rusak Parah, Kini Sudah Mulus, Warga : Semoga Awet

Dari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram, kini hanya Rp45 ribu per kilogram.

Sementara itu, tomat justru mengalami kenaikan harga. Dari sebelumnya Rp7 ribu, kini dijual Rp10 ribu per kilogram. 

Sedangkan cabai keriting melonjak tajam dari Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Untuk bawang putih, harganya terpantau stabil di kisaran Rp38 ribu per kilogram.

“Kalau permintaan dari pembeli biasa saja, tidak terlalu meningkat meskipun sekarang momen Maulid,” ujar Sukma saat ditemui di lapaknya, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, kenaikan harga sebagian bahan pokok lebih dipengaruhi kondisi pasokan yang tidak stabil dari daerah pengirim. 

Terutama cabai keriting dan tomat yang bergantung pada hasil panen petani.

Meski begitu, Sukma menambahkan, stok dagangan di pasar masih cukup tersedia. 

Ia berharap harga bisa kembali normal agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kalau harga tinggi, biasanya pembeli kurangi jumlah belanja. Jadi kami pedagang juga ikut terdampak,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas jual beli di Pasar Randomayang terlihat berjalan normal. 

Para pedagang tetap melayani pembeli meski harga sejumlah komoditas mengalami perubahan.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved