Kamis, 9 April 2026

Pemimpin Tertinggi Iran

Intip Sepak Terjang Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei

Selain putra dari Ali Khamenei, dia dikenal sangat dekat dengan pasukan militer Garda Revolusi Iran.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Intip Sepak Terjang Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei
Tribun-Sulbar.com/kolase tribun-sulbar.com
PEMIMPIN IRAN - Mojtaba Hosseini Khamenei sosok yang dikabarkan terpilih sebagai Pemimpin Tinggi Iran yang baru gantikan Ayatollah Ali Khamenei 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Israel-AS pada Februari 2026.
  • Ia dikenal memiliki kedekatan kuat dengan Korps Garda Revolusi Iran serta memiliki pengaruh besar di balik layar pemerintahan.
  • Kepemimpinannya diperkirakan akan menghadapi tantangan internal, termasuk kritik publik dan ketegangan dengan negara-negara Barat terkait program nuklir Iran.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi baru Iran setelah ditunjuk oleh Dewan Pakar, Minggu (8/3/2026).

Mojtaba ditunjuk sembilan hari setelah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Israel-AS ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu.

Mojtaba merupakan putra dari Ali Khamenei.

Ia menjadi pemimpin tertinggi Iran yang ketiga.

Pendahulunya, yakni Ruhollah Khomeini, menjabat pada 1979-1989 sekaligus menjadi pendiri Republik Islam Iran setelah Iranian Revolution.

Baca juga: Iran Resmi Miliki Pemimpin Tertinggi Baru, Majelis Pakar Iran Tunjuk Mojtaba

Kemudian Ali Khamenei menjabat pada 1989-2026, menggantikan Khomeini setelah wafatnya pada 1989.

Ia memimpin Iran lebih dari 30 tahun dan memiliki kekuasaan besar atas militer, kebijakan luar negeri, dan lembaga negara.

Kini Mojtaba melanjutkan kepemimpinan Iran setelah kematian sang ayah akibat agresi militer Zionis dan Amerika Serikat.

Mojtaba bukanlah sosok sembarangan di Iran.

Selain putra dari Ali Khamenei, dia dikenal sangat dekat dengan pasukan militer Garda Revolusi Iran.

Mojtaba Khamenei telah lama dianggap sebagai kandidat untuk jabatan tersebut, bahkan sebelum serangan Israel menewaskan ayahnya, meskipun ia belum pernah terpilih atau diangkat ke posisi pemerintahan.

Seorang anggota majelis, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan dalam sebuah video pada hari Minggu bahwa seorang kandidat telah dipilih berdasarkan arahan Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran harus "dibenci oleh musuh."

“Bahkan Setan Besar (AS) pun menyebut namanya,” kata Heidari Alekasir tentang penerus yang terpilih, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Mojtaba adalah pilihan yang “tidak dapat diterima” baginya.

Dilansir Al Arabiya, Mojtaba Khamenei mengumpulkan kekuasaan di bawah ayahnya sebagai tokoh senior yang dekat dengan pasukan keamanan dan kerajaan bisnis besar yang mereka kendalikan.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved