Minggu, 26 April 2026

Pemimpin Tertinggi Iran

Intip Sepak Terjang Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei

Selain putra dari Ali Khamenei, dia dikenal sangat dekat dengan pasukan militer Garda Revolusi Iran.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Intip Sepak Terjang Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei
Tribun-Sulbar.com/kolase tribun-sulbar.com
PEMIMPIN IRAN - Mojtaba Hosseini Khamenei sosok yang dikabarkan terpilih sebagai Pemimpin Tinggi Iran yang baru gantikan Ayatollah Ali Khamenei 

Mojtaba Khamenei menentang para reformis yang berupaya menjalin hubungan dengan Barat dalam upaya mereka untuk mengekang program nuklir Iran.

Hubungan dekatnya dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berpengaruh memberinya pengaruh tambahan di seluruh aparatur politik dan keamanan Iran, dan ia telah membangun pengaruh di balik layar sebagai "penjaga gerbang" ayahnya, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sepak Terjang Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di kota Mashhad, Iran.

Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (28/2/2026) lalu, adalah putri dari seorang tokoh garis keras terkemuka, mantan ketua parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel.

Mojtaba Khamenei tumbuh dewasa ketika ayahnya melakukan agitasi melawan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Setelah jatuhnya Shah, keluarga Khamenei pindah ke Teheran, ibu kota Iran.

Ayahnya menjadi pemimpin tertinggi pada tahun 1989 — dan tak lama kemudian Mojtaba Khamenei dan keluarganya memiliki akses ke miliaran dolar dan aset bisnis yang tersebar di banyak bonyad atau yayasan di Iran, yang didanai dari industri negara dan kekayaan lain yang pernah dimiliki oleh shah.

Ia belajar di bawah bimbingan kelompok konservatif agama di seminari Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memiliki pangkat ulama Hojjatoleslam.

Dia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam.

Mojtaba pernah muncul di demonstrasi pendukung setia, tetapi jarang berbicara di depan umum.

Dikutip dari AP News, kekuasaannya sendiri tumbuh seiring dengan kekuasaan ayahnya, bekerja di kantor-kantornya di pusat kota Teheran.

Menurut Departemen Keuangan AS, Mojtaba Khamenei telah bekerja sama erat dengan Garda Revolusi paramiliter Iran, baik dengan komandan Pasukan Quds ekspedisioner maupun Basij yang sepenuhnya terdiri dari sukarelawan yang secara brutal menekan protes nasional pada Januari 2026.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya pada tahun 2019 selama masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump karena berupaya "mendorong ambisi regional ayahnya yang destabilisasi dan tujuan domestik yang menindas."

Itu termasuk tuduhan bahwa Khamenei dari balik layar mendukung pemilihan Presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad pada tahun 2005 dan pemilihan ulangnya yang kontroversial pada tahun 2009 yang memicu protes Gerakan Hijau.

IMAM IRAN- Potret Mojtaba Khamenei yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah dipilih oleh Majelis Pakar yang beranggotakan 88 ulama.
IMAM IRAN- Potret Mojtaba Khamenei yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah dipilih oleh Majelis Pakar yang beranggotakan 88 ulama. (Tribun-Sulbar.com)

Mahdi Karroubi, yang merupakan kandidat presiden pada tahun 2005 dan 2009, mengecam Khamenei sebagai "putra seorang majikan" dan menuduhnya ikut campur dalam kedua pemilu tersebut.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved