Sabtu, 23 Mei 2026

Dugaan Pelecehan

Profesor di Palopo Dilaporkan Dugaan Pelecehan, Polisi Periksa 2 Saksi

Keesokan harinya korban justru harus menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya menurun. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Profesor di Palopo Dilaporkan Dugaan Pelecehan, Polisi Periksa 2 Saksi
Tribunnews
ILUSTRASI dugaan pelecehan seksual 

Ringkasan Berita:
  • Seorang profesor UIN Palopo berinisial ER dilaporkan ke Polres Palopo atas dugaan pelecehan, polisi telah memeriksa dua saksi dan korban.
  • Pemeriksaan korban dilakukan bertahap karena kondisi kesehatan dan psikologis korban yang belum stabil, dengan pendampingan UPTD-PPA.
  • Prof ER membantah tuduhan, mengklaim tindakannya murni bentuk pertolongan kemanusiaan, sementara polisi masih mendalami kasus secara objektif.

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang profesor di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo inisial ER harus berurusan dengan kepolisian.

ER dilaporkan dugaan pelecehan ke Polres Palopo.

Kasus tersebut hingga saat ini telah bergulir.

Baca juga: Mahasiswi Unima Manado Ditemukan Tewas di Kos, Diduga Korban Pelecehan Dosen

Baca juga: 50 Pelaku Kekerasan dan Pelecehan Anak di Sulbar Masuk Penjara Sepanjang 2025

Polisi sudah memeriksa dua saksi atas laporan dugaan pelecehan tersebut.

Selain itu, polisi juga sudah memeriksa korban.

Namun, dilakukan secara bertahap karena faktor kesehatan korban.

KBO Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo, Ipda Maruf, korban akan didampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA).

"Kondisi psikologis korban belum sepenuhnya stabil," kata Ipda Maruf kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Penyidik sempat kesulitan mengambil keterangan awal karena korban beberapa kali pingsan saat pertama kali datang ke Polres Palopo.

“Ketika hendak dimintai keterangan awal, korban langsung pingsan. Kami kemudian menyarankan agar yang bersangkutan pulang dan datang kembali keesokan harinya,” ujarnya.

Keesokan harinya korban justru harus menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya menurun. 

“Pada hari yang sama, ibu korban datang melapor dan menyampaikan adanya dugaan pelaku lain yang melakukan perbuatan serupa,” tuturnya.

Terlapor Bantah Tuduhan

Maruf menegaskan pihak kepolisian akan menindaklanjuti seluruh informasi yang masuk secara profesional dan objektif.

“Kami akan mendalami semua keterangan dan laporan. Fokus kami saat ini adalah memastikan kondisi korban, sekaligus mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang peristiwa ini,” tegasnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved