Senin, 27 April 2026

Cuaca Ekstrem

Mengenali Bibit Siklon 93S, BMKG Minta Masyarakat untuk Waspada Terhadap Dampaknya!

Bibit Siklon 93S terpantau oleh BMKG di wilayah Samudra Hindia barat daya Jawa Barat.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Mengenali Bibit Siklon 93S, BMKG Minta Masyarakat untuk Waspada Terhadap Dampaknya!
BMKG
Badai Chantu dan Conson terpantau melalui BMKG melalui Jakarta Tropycal Cyclone Warning (TCWC) 

Ringkasan Berita:
  • BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat yang berpotensi berkembang dalam 24–72 jam.
  • Dampak tidak langsung yang diwaspadai meliputi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di pesisir selatan Indonesia.
  • BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca resmi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi munculnya bibit siklon 93 yang perlu diwaspadai masyarakat.

BMKG meminta masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari fenomena alam tersebut.

Dampak yang dimaksud adalah mulai dari potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Senin 22 Desember, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Baca juga: Pusdalops BPBD Sulbar Pastikan Sulawesi Barat Aman dari Dampak Langsung TD Ex-Siklon Tropis Senyar

Bibit Siklon 93S terpantau oleh BMKG di wilayah Samudra Hindia barat daya Jawa Barat.

Kondisi cuaca tersebut diprediksi oleh BMKG dapat berkembang dan menimbulkan dampak dalam kurung waktu 24 hingga 72 jam ke depan.

Tribun-Sulbar.com melansir dari Tribun Jabar, berdasarkan analisis TCWC Jakarta per Minggu (21/12/2025) pukul 19.00 WIB, bibit siklon tropis 93S terpantau berada di sekitar 12,1° LS dan 103,8° BT.

Kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 996 hPa.

Sistem ini berada dalam Area of Monitoring (AoM) dan memiliki potensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 hingga kategori 2.

TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) adalah lembaga meteorologi resmi yang bertugas memantau gangguan tropis, menganalisis potensi terbentuknya siklon tropis dan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Analisis TCWC adalah kajian atau pemantauan cuaca yang dilakukan oleh TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) untuk mendeteksi, menilai, dan memprediksi siklon tropis serta dampaknya.

Di kawasan Indonesia, TCWC yang sering dirujuk adalah:

TCWC Jakarta (BMKG)

TCWC Darwin (Australia)

Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung menjelaskan pusat siklon bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun dampaknya tetap perlu diantisipasi.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved