Kamis, 23 April 2026

Padepokan Silat di Jambi Jadi Sarang Predator, Guru Lecehkan 7 Murid dan 1 Hamil

Modusnya tergolong sangat rapi; pelaku memanfaatkan sesi "latihan pernapasan rutin" yang dilakukan pada malam

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Padepokan Silat di Jambi Jadi Sarang Predator, Guru Lecehkan 7 Murid dan 1 Hamil
Tribun-Bali.com
Ilustrasi pelecehan. Seorang guru silat inisial H ditangkap polisi usai melcehkan sejumlah murid, bahkan ada yang hamil karena perbuatan bejatnya. 

 

Ringkasan Berita:
  • Seorang guru silat inisial H di Kota Jambi ditangkap polisi karena melecehkan tujuh muridnya, sebagian masih di bawah umur, bahkan salah satunya hamil delapan bulan
  • Modus pelaku memanfaatkan “latihan pernapasan” malam hari di lapangan gelap untuk melakukan pelecehan.
  • Polisi telah menahan H dan HE, sementara dua pelaku lain masih dalam penyelidikan

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Tempat atau padepokan silat di Kota Jambi diduga menjadi tempat sarang predator seksual.

Seorang guru silat inisial H ditangkap polisi usai melcehkan sejumlah murid, bahkan ada yang hamil karena perbuatan bejatnya.

Selain HE, tiga rekannya juga turut ikut melecehkan para murid perempuannya.

Baca juga: SDK Siapkan Pengganti Ilham Borahima, Tersangka Kasus Penipuan

Baca juga: Emak-emak di Polman Serbu Pasar Murah Sulewatang, 2 Ton Beras Ludes Sekejap

Mereka adalah H guru silat dan N dan sebagai senior di padepokan tersebut.

Pelaku H berusia 38 tahun sudah mencabuli 7 orang muridnya masih di bawah umur.

Kasus ini mulai terbongkar, setelah I (16) diketahui sedang hamil delapan bulan.

Pengakuan I korban menjadi pintu masuk bagi korban-korban untuk bersuara.

Termasuk korban inisial P, yang saat ini menuntut keadilan 

Modus Latihan Pernapasan di Kegelapan

Berdasarkan keterangan para saksi, aksi bejat ini telah berlangsung di padepokan yang sudah beroperasi selama dua tahun tersebut. 

Modusnya tergolong sangat rapi; pelaku memanfaatkan sesi "latihan pernapasan rutin" yang dilakukan pada malam hari.

Dalam kondisi lapangan yang gelap gulita tanpa pencahayaan, para murid diperintahkan untuk berbaring dan memejamkan mata. 

Di saat itulah, H bersama rekan-rekannya melancarkan aksinya. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved