Senin, 18 Mei 2026

Krisis Iklim

5 Desakan Orang Muda Demi Bumi Lebih Bersih

Inilah kenapa orang muda di seluruh dunia meminta semua pihak bergerak cepat untuk menyelamatkan bumi. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 5 Desakan Orang Muda Demi Bumi Lebih Bersih
Istimewa
ILUSTRASI - Desakan anak muda untuk bumi yang lebih bersih 

Berpindah ke energi terbarukan merupakan hal yang dirasa sangat urgent bagi orang muda. 

Menyadari betul bahwa transisi dari energi fosil ke energi terbarukan membutuhkan proses, maka Ginanjar menegaskan bahwa sebaiknya pemerintah tidak menunda-nunda lagi. 

“Pembangunan infrastruktur energi terbarukan harus dimulai sekarang. Bukan saatnya lagi membangun PLTU baru, yang membuat sumber energi jadi lebih mahal. Jika dibandingkan dengan Vietnam yang lebih miskin daripada Indonesia, negara kita tertinggal jauh. Tingkat ketercapaian energi terbarukan di sana bisa melebihi kita. Kalau mereka bisa, seharusnya kita juga bisa,” kata Ginanjar. 

Prosesnya memang sudah dimulai, tetapi Ginanjar menilai hasilnya masih sangat jauh dari harapan. Padahal, semakin cepat diterapkan, emisi karbon akan semakin menurun, pencemaran menurun, udara akan semakin bersih. 

Dunia sudah menyepakati bahwa kita memerlukan energi terbarukan. Itulah kenapa saat ini menjadi urgent untuk mempercepat pembangunan instalasi energi terbarukan.

Gispa bercerita, Papua punya potensi pembangunan PLTS (Pusat Listrik Tenaga Surya) yang sangat besar, mengingat wilayahnya terbilang sangat panas dengan cakupan sinar matahari sangat tinggi.

“Ketika satu rumah sudah bisa mandiri dalam hal listrik, mereka tidak lagi bergantung pada PLN. Alokasi biaya untuk membayar listrik bisa dipakai untuk hal lain. Inilah yang terkadang luput dari perhatian pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, ketika bicara soal energi terbarukan, biasanya pemerintah akan bicara soal energi biru, salah satunya penggunaan baterai lithium. Itu berarti harus membuka tambang nikel baru. “Padahal, ada berbagai jenis energi terbarukan yang mampu dikembangkan oleh Indonesia, termasuk PLTS.”

Stop danai proyek penyebab polusi, ya

Dana pemerintah selama ini masih mengalir proyek yang menggunakan energi dari batubara. Ginanjar menyebutkan nilainya bisa mencapai miliaran dolar. 

Namun, di sisi lain, ketika diminta untuk membangun instalasi PLTS, pemerintah balik bertanya, dananya dari mana dan transisinya bagaimana. 

Gispa menegaskan, satu-satunya sumber daya yang mereka miliki di Papua adalah sinar matahari. Karena itu, PLTS menjadi jalan keluar yang paling masuk akal. 

Sebaliknya, membangun PLTA memiliki risiko sangat besar, karena ada risiko perampasan lahan untuk membuat bendungan. 

“Itulah kenapa kami mendorong pemerintah untuk memberi bantuan berupa pembangkit listrik dan generatornya untuk masyarakat prasejahtera. Karena, mereka sangat membutuhkan bantuan. Ketika membayar listrik saja tidak mampu, PLTS akan sangat memudahkan mereka dari segi finansial,” kata Gispa.

Di sisi lain, menurutnya, PLTS juga membantu agar masyarakat tidak lagi mengandalkan PLTD. Nilai plusnya, PLTS juga menjadi materi edukasi bagi orang muda, sambil bekerja sama dan berjejaring dengan teman-teman yang bergerak di isu energi terbarukan. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved