Kemenaker Naikkan Uang Saku Peserta MagangHub se-Indonesia
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program pemagangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/honor-magang-naik.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menyesuaikan uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) dengan kenaikan Upah Minimum (UM) Tahun 2026.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.
Uang saku dalam Program Pemagangan Nasional berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama peserta mengikuti pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau institusi/lembaga.
Baca juga: 15 Motor Trail Curian di Mamuju Ternyata Pesanan dari Daerah Terpencil Dibuka Pelaku Pakai Kunci T
Baca juga: LPS Goes To Campus Hadir di Majene Beri Edukasi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa Unsulbar
Dengan adanya kenaikan UM 2026, besaran uang saku peserta pun turut mengalami peningkatan sesuai ketentu an yang berlaku di wilayah masing-masing.
“UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat mengunjungi peserta Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas (RS Unand), Padang, Kamis (12/02/2026).
Ia mencontohkan di Provinsi Sumatera Barat.
Pada 2025 Upah Minimum Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp2.994.193 dan pada tahun 2026 meningkat menjadi RpRp3.182.955.
Oleh karenanya, penyesuaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan uang saku peserta pemagangan di wilayah tersebut.
Kepada peserta pemagangan, Menaker mengingatkan agar uang saku yang diterima dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
“Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” pesannya kepada para peserta.
Tingkatkan Keterampilan Kerja
Dalam dialog bersama peserta, Menaker menanyakan langsung pengalaman mereka selama mengikuti pemagangan, mulai dari kenyamanan lingkungan kerja, kesesuaian tugas dengan kompetensi, hingga manfaat pembelajaran yang diperoleh.
Para peserta menyampaikan bahwa program berjalan baik, pembimbing responsif, dan pengalaman praktik sangat membantu meningkatkan keterampilan kerja.
"Program Pemagangan Nasional ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenapa? Karena kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM unggul dan menurunkan tingkat pengangguran," ujarnya.
Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan berharap Prog ram Pemagangan Nasional semakin berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan industri, serta mampu menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda Indonesia. (*)
| Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi Juga Kompetensi |
|
|---|
| Menaker Ingatkan Pekerja Siap Hadapi AI di Tengah Rendahnya Pemanfaatan Teknologi di Indonesia |
|
|---|
| Kemnaker Buka Pembinaan K3 Gratis Kuota Hanya 2.100 Peserta Pendaftaran 6-12 April |
|
|---|
| Menaker Imbau Perusahaan Swasta, BUMN, dan BUMD Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan |
|
|---|
| 1.461 Aduan THR Ditangani Kemnaker Yassierli Minta Gubernur Ikut Turun Tangan |
|
|---|