Berita Sulbar
Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi
Cara berpikir masyarakat berubah, begitu pula cara mempercayai sesuatu dan cara berinteraksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-era-digital.jpg)
Dalam menjaga nalar publik, Shalahuddin menilai dibutuhkan peran bersama dari berbagai pihak.
Guru berperan merawat cara berpikir generasi di ruang kelas, pegiat literasi membangun nalar kritis di akar rumput, sementara pustakawan berfungsi menjernihkan sumber informasi publik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun resiliensi digital melalui penguatan identitas dan nalar kritis, kemampuan memilah serta memverifikasi informasi, keamanan digital, hingga dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
“Kita tidak bisa menghentikan perkembangan teknologi. Tapi kita bisa memastikan manusia tetap memegang kendali,” ujarnya.
Menurut Shalahuddin, literasi digital sejatinya bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, melainkan kemampuan tetap menjadi manusia yang memiliki arah di tengah derasnya perkembangan teknologi. (*)
| Jemput Bola di Kantor Gubernur Sulbar Samsat Mamuju Kumpulkan Pajak Kendaraan Rp8,1 Juta |
|
|---|
| Harkitnas SDK Ajak Warga Sulbar Bangga Indonesia Maju Sektor Teknologi Hingga Pertahanan |
|
|---|
| Pemprov Sulbar Instruksikan 2 OPD Dampingi 50 Dapur MBG Terkendala IPAL dan Kebersihan |
|
|---|
| Masih Andalkan Kebutuhan Pokok dari Luar Impor Pangan Sulbar Naik dari 2,2 Persen Jadi 9,23 Persen |
|
|---|
| Kantor PJR Polda Sulbar Dibangun di Lengke Mamuju Junda Minta Polisi Awasi Kendaraan Bertonase Besar |
|
|---|