Mamuju
Hasil Konferda, Misbahuddin dan Yudi Toda Jadi Nahkoda Baru DPD GMNI Sulbar Periode 2026-2028
Seluruh peserta sepakat mengakhiri perpecahan dan kembali berhimpun dalam satu barisan perjuangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Misbahuddin-resmi-terpilih-jadi-Ketua.jpg)
"Persatuan ini harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata. Konsolidasi kader, penguatan struktur, dan keberpihakan terhadap persoalan rakyat harus menjadi prioritas utama," kata Yudi.
Ia menegaskan, marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai warisan historis semata, melainkan harus menjadi metode analisis dalam membaca realitas sosial.
"Marhaenisme harus menjadi alat untuk mengurai ketimpangan, memahami relasi kuasa, dan menentukan keberpihakan yang tegas kepada rakyat kecil," tuturnya.
Menurut Yudi, penguatan ideologi menjadi kunci agar arah gerakan organisasi tetap konsisten.
"Ideologi adalah kompas yang menjaga setiap langkah GMNI agar tetap sejalan dengan cita-cita pembebasan kaum marhaen," katanya.
Berakhirnya Konferda Persatuan menandai dimulainya lembaran baru bagi GMNI Sulawesi Barat.
Harapan kini tertuju pada kepemimpinan baru untuk membawa organisasi kembali solid, progresif, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.(*)
| Perjalanan Hidup Ramli Usman: dari Jalan Kaki hingga Mendayung Perahu, Kini Pimpin Kemenhaj Mateng |
|
|---|
| GMNI Sulbar Islah, Nur Alamsyah dan Sugiarto Alberth Sepakat Akhiri Dualisme Selama 7 Tahun |
|
|---|
| Yuliana, Sosok Srikandi di Mamuju yang Tak Gengsi Bergelut di Kandang Ayam demi Ekonomi Desa |
|
|---|
| Pemkab Mamuju Tengah Apresiasi SPS, Dinilai Jadi Mitra Strategis Dorong Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Anniversary ke-3 SPS di Mamuju Tengah Dihadiri Ratusan Member Lintas Provinsi |
|
|---|