Selasa, 28 April 2026

Mamuju

Hasil Konferda, Misbahuddin dan Yudi Toda Jadi Nahkoda Baru DPD GMNI Sulbar Periode 2026-2028

Seluruh peserta sepakat mengakhiri perpecahan dan kembali berhimpun dalam satu barisan perjuangan.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Hasil Konferda, Misbahuddin dan Yudi Toda Jadi Nahkoda Baru DPD GMNI Sulbar Periode 2026-2028
Istimewa/istimewa
KONFERDA GMNI- Misbahuddin (kiri) dan Yudi Toda (kanan) usai terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris DPD GMNI Sulawesi Barat periode 2026–2028 dalam Konferda Persatuan di Mamuju, Minggu (26/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Misbahuddin dan Yudi Toda terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris DPD GMNI Sulbar periode 2026–2028 dalam Konferda Persatuan di Mamuju, sekaligus mengakhiri dualisme kepemimpinan.
  • Konferda menjadi momentum penyatuan dua kubu GMNI Sulbar, dengan komitmen bersama menempatkan persatuan organisasi di atas kepentingan kelompok.
  • Kepengurusan baru menargetkan konsolidasi kader, penguatan ideologi marhaenisme, dan peran aktif GMNI sebagai kekuatan intelektual serta gerakan yang berpihak pada rakyat.

 


TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Misbahuddin resmi terpilih jadi Ketua Umum DPD GMNI Sulawesi Barat dan Yudi Toda sebagai Sekretaris pada masa kepengurusan peridoe 2026-2028.

Keduanya terpilih dalam Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan yang digelar di Mamuju pada 24 hingga 26 April 2026, di Aula Kemenag Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju.

Terpilihnya pasangan Misbahuddin-Yudi menjadi penanda berakhirnya dualisme kepemimpinan yang selama beberapa tahun terakhir membelah tubuh GMNI Sulbar.

Baca juga: BMKG Catat 8 Gempa di Sulawesi 28 April 2026, Terkuat M 3,4 Guncang Morowali

Baca juga: Peringkat 1 di Sulbar, Mamuju Tengah Lampaui 5 Kabupaten dalam Capaian LPPD, Masuk Top 100 Nasional

Konferda Persatuan ini berhasil mempertemukan dua kubu yang sebelumnya berjalan terpisah. 

Melalui dialog panjang dan pendekatan ideologis, seluruh elemen kader sepakat menempatkan persatuan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun ego politik.

Momentum tersebut menjadi titik balik penting bagi GMNI Sulbar, setelah konflik internal berkepanjangan sempat menghambat konsolidasi organisasi dan melemahkan peran GMNI dalam merespons berbagai persoalan sosial-politik di daerah.

Sidang konferda berlangsung dinamis, namun tetap dalam koridor persatuan. 

Seluruh peserta sepakat mengakhiri perpecahan dan kembali berhimpun dalam satu barisan perjuangan.

Ketua DPD GMNI Sulbar terpilih, Misbahuddin, menegaskan kepemimpinan baru harus dibangun di atas fondasi persatuan dan komitmen ideologis.

Foto bersama kader GMNI Sulbar usai Deklarasi Persatuan dan Konferda di Aula Kemenag Sulbar, Mamuju, 24–26 April 2026, menandai berakhirnya dualisme kepengurusan selama tujuh tahun.
Foto bersama kader GMNI Sulbar usai Deklarasi Persatuan dan Konferda di Aula Kemenag Sulbar, Mamuju, 24–26 April 2026, menandai berakhirnya dualisme kepengurusan selama tujuh tahun. (Istimewa/istimewa)

"Kami ingin memastikan seluruh DPC di Sulbar terlibat dan terakomodasi. GMNI harus menjadi rumah bersama, bukan ruang eksklusif bagi kelompok tertentu," kata Misbahuddin dalam sambutannya, Minggu (26/4/2026).

Ia menambahkan, semangat "GMNI Naik Kelas" akan menjadi orientasi utama gerakan organisasi ke depan.

"GMNI harus tampil sebagai kekuatan intelektual sekaligus kekuatan gerakan. Tidak hanya menjadi juru pukul, tetapi juga juru pikir dalam merespons persoalan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD GMNI Sulbar terpilih, Yudi Toda, menekankan pentingnya konsolidasi internal secara menyeluruh pasca-dualisme.

Menurutnya, persatuan yang telah dicapai harus segera diterjemahkan dalam kerja-kerja organisasi yang terarah dan disiplin.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved