Senin, 8 Juni 2026

Pesantren Terbakar

1 Water Cannon dan 30 Anggota Brimob Diterjunkan Bantu Padamkan Api Bakar Pesantren di Mamuju

Petugas memasuki area yang dipenuhi puing-puing bangunan memastikan api benar-benar padam

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan

Ringkasan Berita:Upaya Pemadaman
1. Pengerahan Personel: Sebanyak 30 personel Brimob Polda Sulbar dikerahkan ke lokasi.
2. Alutsista: Satu unit kendaraan taktis Water Cannon digunakan untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke pusat api.
3. Tindakan: Petugas melakukan pemadaman total serta penyisiran puing-puing guna memastikan api tidak merembet ke pemukiman sekitar.
4. Hambatan: Kecepatan kendaraan taktis menuju TKP sempat terkendala oleh kondisi jalanan di kawasan yang padat.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 30 personel Brimob Polda Sulbar diterjunkan untuk bantu memadamkan api yang melanda Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Minggu (19/4/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11:00 WITA.

Baca juga: Polisi Olah TKP Cari Penyebab Ponpes Hidayatullah Mamuju Terbakar

Baca juga: Kebakaran Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju Santri Selamat Asrama Jauh dari Lokasi Kebakaran

Selain 30 personel, Brimob juga menerjunkan satu unit kendaraan taktis Water Cannon.

Pantauan di lokasi, personel Brimob tampak mengarahkan moncong Water Cannon untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah pusat api.

Petugas memasuki area yang dipenuhi puing-puing bangunan memastikan api benar-benar padam dan tidak merembet ke pemukiman di sekitarnya.

"Kita laksanakan (pemadaman) sampai selesai dan terus memantau perkembangan di lapangan," ujar Danton Brimob Kompi 3 Polda Sulbar, Ipda Supratman di lokasi kejadian.

Police line TKP kebakaran ponpes
POLICE LINE - Polisi memasang police line atau garis polidi di TKP kejadian kebakaran Pondok pesantren Hidayatullah Mamuju pada Minggu (19/4/2026).

Meski berhasil melokalisasi api, Supratman mengakui adanya tantangan saat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Salah satu kendala utama adalah hambatan kecepatan kendaraan taktis dari kantor menuju lokasi kebakaran di kawasan padat tersebut.

"Kendala yang dihadapi adalah kecepatan kendaraan dari kantor menuju TKP. Walaupun demikian, kita tetap bekerja maksimal membantu sehingga api tidak menghanguskan semuanya," tambahnya.

Masih Cari Penyebab

Tim Inafis Polresta Mamuju bersama jajaran Polsekta Mamuju olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Abd Syakur, Pasar Baru Mamuju, Sulawesi barat pada Minggu (19/4/2026).

Kebakaran ini menghanguskan Gedung pesantren.

Sebanyak enam ruang gosong dilalap Si jago Merah.

Pantauan di lokasi, petugas kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di area yang terdampak paling parah.

Tim Inafis tampak mengenakan sarung tangan medis dan membawa sejumlah peralatan untuk mengidentifikasi sisa-sisa material yang terbakar.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved