Senin, 20 April 2026

Pesantren Terbakar

Polisi Olah TKP Cari Penyebab Ponpes Hidayatullah Mamuju Terbakar

Tim Inafis tampak mengenakan sarung tangan medis dan membawa sejumlah peralatan untuk mengidentifikasi sisa-sisa material

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Polisi Olah TKP Cari Penyebab Ponpes Hidayatullah Mamuju Terbakar
Tribun-Sulbar.com/Suandi
OLAH TKP - Tim Inafis Polresta Mamuju bersama jajaran Polsekta Mamuju melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Abd Syakur, Minggu (19/4/2026). 

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11:00 WITA.

Gunawan menjelaskan saat api berkobar di area depan kompleks, para santri sedang berada di asrama yang letaknya cukup jauh dari titik pusat api.

"Alhamdulillah dalam keadaan aman. Karena asrama mereka letaknya ada di bagian belakang," ujar Gunawan saat ditemui di lokasi kejadian di Jalan Abd Syakur, Kompleks Pasar Baru.

KONDISI SANTRI - Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju menyaksikan proses pemadaman api dari asrama usai gedung kelas terbakar, Minggu (19/4/2026).
KONDISI SANTRI - Santri Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju menyaksikan proses pemadaman api dari asrama usai gedung kelas terbakar, Minggu (19/4/2026). (Tribun-Sulbar.com/Suandi)

Sesaat sebelum kejadian, Gunawan baru saja selesai mengikuti kegiatan kerja bakti bersama warga dan pihak di Kampus Dua Salu Talawar.

Ia baru menyadari adanya musibah tersebut saat sedang beristirahat di rumahnya.

"Posisi saya sedang istirahat di rumah di bagian belakang. Tiba-tiba istri datang memberi tahu kalau ada kebakaran di depan. Pas saya lari ke depan, apinya sudah sangat besar," tuturnya.

Meski api sempat memicu kepanikan luar biasa di lingkungan pesantren, evakuasi santri berjalan lancar karena api terkonsentrasi di area depan yang merupakan bangunan sekolah dan kantor layanan zakat.

Saat ini, pihak yayasan fokus pada penenangan santri dan pengamanan area asrama.

Enam Ruangan Gosong

Sebanyak enam ruangan Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju yang berada di Kawasan pasar Baru, Mamuju, Sulawesi barat gosong terbakar pada Minggu (19/4/2026).

Ketua Yayasan Hidayatullah Mamuju, Gunawan, merinci bangunan yang terbakar didominasi ruang belajar mengajar untuk tingkat pendidikan anak usia dini dan dasar.

"Yang terbakar itu bangunan TK, SD, kemudian gedung Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Total ada lima ruang kelas dan satu ruang BMH. Jadi total enam ruangan semuanya," kata Ketua Yayasan Hidayatullah Mamuju, Gunawan kepada awak media.

Hingga saat ini, pihak yayasan belum bisa memastikan penyebab pasti munculnya api maupun total kerugian material yang diderita.

"Asal usul apinya dari mana, saya belum tahu. Tadi kejadiannya sekitar jam 11 sekian. Untuk estimasi kerugian, saya belum bisa perkirakan karena kita harus hitung juga isi di dalam TK dan kantor BMH itu apa saja," tambahnya.

GOSONG TETRBAKAR - Kondisi ruang kelas Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju usai terbakar, Minggu (19/4/2026). Belum diketahui penyebab kebakaran ini
GOSONG TETRBAKAR - Kondisi ruang kelas Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju usai terbakar, Minggu (19/4/2026). Belum diketahui penyebab kebakaran ini (Tribun-Sulbar.com/Suandi)

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan-bangunan tersebut mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap dan interior ruangan.

Pihak yayasan mengaku masih syok atas musibah yang terjadi secara tiba-tiba ini, mengingat aktivitas pendidikan biasanya sangat padat di area tersebut.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved