Rabu, 22 April 2026

Ramadan 1447 H

Awalilah Dengan Taubat

Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Awalilah Dengan Taubat
Istimewa
MENTERI AGAMA - Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Menteri Agama Republik Indonesia 


Sang ulama bertanya, dosa-dosa apa saja yang pernah dilakukan. 


Dijawab semua dosa besar, seperti merampok, memperkosa, dan termasuk sudah membunuh 99 orang. 


Sang ulama terperanjat dan spontanitas mengatakan, subhanallah, jangankan 99 orang seorang saja yang engkau bunuh pasti engkau akan mendapatkan murka Tuhan dan dimasukkan ke dalam neraka. Mendengar jawaban itu, sang pemuda menghunus pedangnya dan membunuh ulama ini, maka genaplah 100 orang yang dibunuh.
 
Sehabis membunuh ulama, ia menanyakan kepada orang-orang di mana ada ulama yang bisa memberikan jawaban terhadap keresahan jiwanya. 


Salah seorang menunjukkan ulama lain di kota lain. 


Di tengah perjalanan menuju ke rumah ulama dimaksud, ia terjatuh dan langsung mati. 


Datanglah malaikat penjaga neraka dengan bengis mengatakan sudah lama saya tunggu-tunggu kematianmu. 


Tak lama setelah itu datang lagi ulama penjaga syurga untuk menjemput mayat itu, karena ia sudah berjalan jauh untuk mencari pertobatan dari seluruh dosa-dosanya kepada seorang ulama. 


Kedua malaikat itu saling mengklaim kalau pemuda itu miliknya. 


Tiba-tiba muncul malaikat ketiga yang berusaha untuk melerai persengketaan kedua malaikat tersebut. 


Ia mengajak kedua malaikat yang bertikai untuk sama-sama menempuh jalan pengadilan yang ditawarkan malaikat yang baru datang. 


Malaikat ketiga ini mengatakan: Mari kita ukur langkah perjalanan pemuda ini, lebih dekat mana antara ulama yang baru dibunuh dan ulama yang dituju. 


Setelah ketiga malaikat itu mengukur jarak kematian sang pemuda, maka ditemukan selangkah lebih dekat ke rumah ulama yang dituju. 


Lalu malaikat hakim yang diutus Tuhan memenangkan malaikat penjaga syurga. Orang-orang seperti dicontohkan tadi taubatnya bisa diterima, bagaimana dengan kita? Insya Allah Tuhan menunggu pertobatan kita. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved