Ramadan 1447 H
Awalilah Dengan Taubat
Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Prof-Dr-KH-Nasaruddin-Umar-MA-Menteri-Agama-Republik-Indonesia.jpg)
Oleh, Menteri Agama Nasaruddin Umar
TRIBUN-SULBAR.COM, JAKARTA - Awalilah perbaikan masa lampaunya dengan taubat. Taubat berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT.
Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni yang bersangkutan.
Bahkan Allah SWT menyatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2” 222).
Baca juga: Tarawih Perdana SDK Minta Warga Sulbar Perbaiki Kehidupan Selagi Diberi Kesempatan
Baca juga: Hari Pertama Puasa Kantor Bupati Mamuju Sepi Nyaris Tak Ada Aktivitas
Sebesar apa pun dosa seseorang, jika ia bertobat sepenuh hati maka ia akan mendapatkan pengampunan dosa Tuhan.
Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’/4: 110).
Ayat lain yang bisa memberikan rasa optimisme bagi para pendosa ialah: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. al-Hasyr/39:53).
Kata yagfir al-dzunub jami’a (mengampuni dosa semuanya), adalah sebuah jaminan dari Allah Swt bagi yang dating dengan taubat yang tulus (taubat nashuha).
Imam Al-Gazali dalam Ihya’ ‘Ulumddin-nya, mengatakan, seseorang dinilai bertaubat sepenuh hati jika memenuhi tujuh syarat syarat taubat.
Yaitu, mengucapkan istigfar, meninggalkan dan menjauhi dosa atau maksiat, menyesal sedalam-dalamnya akan kekhilafannya, bertekad dan bersumpah untuk tidak akan kembali melakukan dosa itu.
Mengganti perbuatan dosa itu dengan amal kebajikan, mengembalikan harta atau hak orang lain yang pernah diambil.
Kemudian menyampaikan permohonan maaf secara jujur kepada orang yang pernah difitnah atau dibicarakan aibnya.
Jika orang sudah melakukan keseluruhan syarat taubat tersebut maka pengampunan dosa dijamin dari Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Orang yang bertaubat seperti orang yang tak berdosa”.
Banyak bukti yang diungkapkan dalam ayat dan hadis bahwa sebesar apapun dosa seorang hamba jika datang dengan kesadaran sesungguh hati maka tidak ada beban bagi Tuhan untuk mengampuninya.
Dalam sebuah hadis Riwayat Bukhari diceritakan seorang pemuda yang terkenal kejahatannya. Tiba-tiba pemuda ini mendatangi seorang ulama.
Ia bertanya masih adakah jalan bagi Tuhan mengampuni dosa-dosanya yang amat besar dan banyak?
Sang ulama bertanya, dosa-dosa apa saja yang pernah dilakukan.
Dijawab semua dosa besar, seperti merampok, memperkosa, dan termasuk sudah membunuh 99 orang.
Sang ulama terperanjat dan spontanitas mengatakan, subhanallah, jangankan 99 orang seorang saja yang engkau bunuh pasti engkau akan mendapatkan murka Tuhan dan dimasukkan ke dalam neraka. Mendengar jawaban itu, sang pemuda menghunus pedangnya dan membunuh ulama ini, maka genaplah 100 orang yang dibunuh.
Sehabis membunuh ulama, ia menanyakan kepada orang-orang di mana ada ulama yang bisa memberikan jawaban terhadap keresahan jiwanya.
Salah seorang menunjukkan ulama lain di kota lain.
Di tengah perjalanan menuju ke rumah ulama dimaksud, ia terjatuh dan langsung mati.
Datanglah malaikat penjaga neraka dengan bengis mengatakan sudah lama saya tunggu-tunggu kematianmu.
Tak lama setelah itu datang lagi ulama penjaga syurga untuk menjemput mayat itu, karena ia sudah berjalan jauh untuk mencari pertobatan dari seluruh dosa-dosanya kepada seorang ulama.
Kedua malaikat itu saling mengklaim kalau pemuda itu miliknya.
Tiba-tiba muncul malaikat ketiga yang berusaha untuk melerai persengketaan kedua malaikat tersebut.
Ia mengajak kedua malaikat yang bertikai untuk sama-sama menempuh jalan pengadilan yang ditawarkan malaikat yang baru datang.
Malaikat ketiga ini mengatakan: Mari kita ukur langkah perjalanan pemuda ini, lebih dekat mana antara ulama yang baru dibunuh dan ulama yang dituju.
Setelah ketiga malaikat itu mengukur jarak kematian sang pemuda, maka ditemukan selangkah lebih dekat ke rumah ulama yang dituju.
Lalu malaikat hakim yang diutus Tuhan memenangkan malaikat penjaga syurga. Orang-orang seperti dicontohkan tadi taubatnya bisa diterima, bagaimana dengan kita? Insya Allah Tuhan menunggu pertobatan kita. (*)
| BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Sulbar 11 April 2026, Waspada Hujan Lebat hingga Pukul 22.00 WITA |
|
|---|
| Lowongan Kerja Alfamart April 2026 Terbaru, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar |
|
|---|
| Doa Mohon Kesabaran dalam Islam dan Hikmah Sabar Menghadapi Cobaan Hidup |
|
|---|
| BEM Fakultas Hukum Universitas Tomakaka Mamuju Resmi Dilantik, Usung Kabinet Cakrawala |
|
|---|
| Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Botteng Mamuju Sejak 29 Maret |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.