Kamis, 4 Juni 2026

Natal KKT Mamuju

Hadiri Perayaan Natal KKT Mamuju, Gubernur SDK Ajak Perkuat Toleransi dan Solidaritas

Menurutnya, keluarga merupakan basis utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Hadiri Perayaan Natal KKT Mamuju, Gubernur SDK Ajak Perkuat Toleransi dan Solidaritas
Dokumentasi Pemprov Sulbar/humas pemprov sulbar
PERAYAAN NATAL - Gubernur Sulbar, Suhardi Duka menghadiri perayaan Natal Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kabupaten Mamuju, Kamis (15/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sulbar Suhardi Duka menghadiri perayaan Natal KKT Kabupaten Mamuju.
  • Ia menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi toleransi dan persaudaraan lintas agama.
  • Gubernur mengajak masyarakat memperkuat solidaritas demi Sulawesi Barat yang damai dan harmonis.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri perayaan Natal Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kabupaten Mamuju, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran Gubernur Suhardi Duka menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menyampaikan bahwa tema Natal 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, memiliki makna yang sangat mendalam.

Baca juga: Gubernur Sulbar Hadiri Perayaan Natal GMKI 2025 di Mamasa, Tegaskan Persatuan dan Toleransi

Baca juga: Suasana Hangat Open House Natal, Kapolres Mateng Jadi Tuan Rumah Keharmonisan

Menurutnya, keluarga merupakan basis utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Keluarga adalah fondasi kehidupan. Dari keluarga lahir nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa,” ujar Suhardi Duka.

Nilai Toleransi dalam Keluarga Besar Toraja

Ia menilai masyarakat Toraja dikenal sebagai komunitas yang sangat menjunjung tinggi toleransi.

Di dalam keluarga besar Toraja, tidak hanya terdapat umat Kristen, tetapi juga pemeluk agama lain, termasuk Islam, yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Kita beragama dengan keyakinan masing-masing. Dalam ibadah, kita khusyuk dan sunyi menghubungkan diri kepada Tuhan. Namun dalam kehidupan sosial, kita bersahabat dan bersaudara dengan siapa pun,” jelasnya.

Gubernur Suhardi Duka juga menyampaikan kisah keteladanan tentang nilai kemanusiaan dan kepedulian antarsesama, yang menurutnya menjadi esensi dari semua ajaran agama.

Ia menegaskan bahwa sikap saling menolong dan saling menyayangi merupakan jalan untuk mendapatkan kasih sayang Tuhan.

“Natal adalah syukacita, bukan hanya bagi umat Kristen, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Setiap perayaan Natal selalu menjadi ruang kebersamaan, di mana semua orang bisa saling mengunjungi dan berbagi,” tutur Suhardi Duka.

Suhardi Duka mengungkapkan pengalaman pribadinya saat masih menjadi pegawai, di mana kebersamaan lintas agama telah terjalin erat, termasuk dalam momen perayaan Natal.

Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan telah lama hidup di tengah masyarakat.

Ia menegaskan umat Kristen di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar daerah ini.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved