Harga TBS Sawit
Harga TBS Kelapa Sawit Sulbar Periode Januari 2026 Turun, Kini Rp3.092,15 per Kilogram
“Kita berharap masyarakat, terutama petani sawit, dapat merasakan dampak positif dari penetapan harga yang dilaksanakan hari ini,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Truk-berisi-sawit-terparkir-di-salah-satu-TBS-di-Pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga TBS Kelapa Sawit Periode Januari 2026 di Sulawesi Barat turun menjadi Rp3.092,15 per kilogram.
- Penurunan dipengaruhi melemahnya permintaan ekspor dan stok CPO yang relatif tinggi.
- Rapat penetapan harga melibatkan Pemprov Sulbar, pekebun, PKS, asosiasi petani, dan kepolisian untuk memastikan kemitraan yang sehat.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Rapat Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Periode Januari 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Hotel Berkah, Mamuju.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Baca juga: Harga TBS Sawit Sulbar Rp 3.099,75 Per Kg di Bulan Desember 2025
Baca juga: Permintaan CPO Global Melemah, Harga TBS Sawit Sulbar Turun Rp 170
Harga TBS Januari 2026 Turun Akibat Lemahnya Permintaan Ekspor
Berdasarkan hasil pembahasan dan perhitungan indeks “K”, harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Periode Januari 2026 ditetapkan sebesar Rp3.092,15 per kilogram.
Harga ini mengalami penurunan dibandingkan periode Desember 2025, yang dipengaruhi melemahnya permintaan ekspor di tengah kondisi stok CPO yang relatif tinggi dan stabil.
Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menyampaikan bahwa penetapan harga ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani kelapa sawit yang sudah bermitra.
“Kita berharap masyarakat, terutama petani sawit, dapat merasakan dampak positif dari penetapan harga yang dilaksanakan hari ini,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong, menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara pabrik kelapa sawit (PKS) dan pekebun.
“Kita berharap PKS dan pekebun dapat bermitra kembali sesuai amanat Permentan Nomor 13 Tahun 2024,” kata Agustina.
Rapat penetapan harga TBS dihadiri berbagai pihak, termasuk OPD lingkup Pemprov Sulawesi Barat (Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Biro Hukum, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan), perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah, perwakilan PKS (PT Surya Raya Lestari I, PT Surya Raya Lestari II, PT Letawa, PT Pasangkayu, PT Unggul Widya Teknologi Lestari, PT Manakarra Unggul Lestari, dan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri), perwakilan asosiasi petani kelapa sawit (ASPEKPIR dan APKASINDO), serta Kepolisian Daerah Sulawesi Barat.(*)
| Harga TBS Hanya untuk Mitra Kebun Inti, Petani Swadaya Mateng Tak Tercover, HMI Desak Payung Hukum |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Marah, Perusahaan Tak Ikuti Aturan Harga TBS Sawit Ditetapkan Pemerintah |
|
|---|
| Harga Sawit di Mamuju Tengah Jauh di Bawah Penetapan Pemerintah, Petani Kecewa |
|
|---|
| Harga TBS Sawit Sulbar Usia Tanam 3-25 Tahun Rp 3.370 per Kg, Petani Ngeluh Tak Sesuai di Lapangan |
|
|---|
| Harga TBS Sawit Sulbar April 2026 di Angka Rp3.370 Per Kilogram |
|
|---|