Jumat, 8 Mei 2026

Ujian Promosi Doktor

Ujian Selama 1 jam 50 Menit Syamsul Samad Raih Doktor Ilmu Studi Pembangunan Sangat Memuaskan

Syamsul Samad menjelaskan disertasinya selama 14 menit. Ia berdiri memaparkan hasil penelitiannya lewat power point

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Ujian Selama 1 jam 50 Menit Syamsul Samad Raih Doktor Ilmu Studi Pembangunan Sangat Memuaskan
Abd Rahman/Kaswadi for Tribun Sulbar
Ujain Doktor - Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad foto bersama para penguji usai ujian Doktor di sekolah PAscasarjana Universitas Hasanuddin Makassar pada Selasa (23/12/2025). 

Ketua Sidang Prof Baharuddin membacakan hasil disertasi Syamsul Samad.

Ia menyampaikan, setelah mempertimbangkan jawaban-jawaban dari pertanyaan dan sanggahan dikemukakan promotor, ko-promotor dan penguji, dengan ini menyatakan saudara Syamsul Samad dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

“Dengan demikian mulai hari ini, Selasa 23 Desember 2025 pukul 16 lewat 09 Waktu Indonesia Tengah, saudara Syamsul Samad berhak memakai gelar doktor dalam bidang ilmu studi pembangunan,” ucapnya sembari melihat Syamsul Samad.

“Semoga ilmu dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat manusia,” katanya.

Syamsul Samad sendiri sangat bersyukur bisa melalui perjalanan panjang dalam bidang pendidikan.

Ia mendapatkan gelar doktor setelah kuliah selama empat tahun.

“Alhamdulillah setelah perjalanan panjang bisa ujian tutup sampai yudisium di bidang doktor studi ilmu pembangunan,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com, Selasa (23/12/2025).

Syamsul Samad menjelaskan, alasan mengambil judul disertasi Kapasitas Kebijakan dalam Pengentasan Kemiskinan di Sulawesi Barat.

Pria kelahiran Polewali Mandar (Polman) mengatakan, kapasitas kebijakan dalam disertasi dimaksud adalah kapasitas kebijakan DPRD Sulbar.

Di matanya sebagai anggota parlemen DPRD Sulsel, kemiskinan menjadi mandat dan amanah yang harus diselesaikan.

Kalau angka kemiskinan di Sulbar tinggi, bagaimana caranya agar bisa diturunkan dengan kebijakan yang tepat.

Kalau pun angka kemiskinan rendah, bagaimana kebijakan diambil bisa membuat kemiskinan hilang di Sulbar.

“Di mandat kami sebagai anggota DPRD, kemiskinan itu adalah hal mutlak untuk diperjuangkan bagi warga, agar tidak lagi warga miskin,” katanya dengan mengenakan selempang berwarna merah dengan garis kuning.

Sebagai legislator Provinsi Sulbar, Syamsul Samad melihat masalah ini penting untuk diteliti.

Sorotannya di antaranya dengan meningkatkan kapasitas anggota DPRD Sulbar secara skill dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dalam mengentaskan kemiskinan.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved