Kamis, 14 Mei 2026

Berita Sulbar

Gubernur Sulbar Dorong OPD Berbenah, Tingkatkan Kinerja dan Sosialisasi Program

Gubernur juga menyoroti rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program panca daya Pemprov Sulbar.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Gubernur Sulbar Dorong OPD Berbenah, Tingkatkan Kinerja dan Sosialisasi Program
Tribun-Sulbar.com/humas pemprov sulbar
KINERJA - Pemaparan hasil Survei Kepuasan Publik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diampaikan secara daring oleh Indonesia Indikator Politik, dalam Rapat Pimpinan Pemprov Sulbar di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 19 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kinerja Pemprov Sulbar dinilai baik dengan indeks kepuasan 3,561 dari skala 5.
  • Infrastruktur jalan dan harga kebutuhan pokok masih jadi sorotan publik.
  • Gubernur minta OPD meningkatkan kinerja dan memperkuat sosialisasi program.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berbenah dan meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Penegasan tersebut disampaikan usai pemaparan Survei Kepuasan Publik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat oleh Indonesia Indikator Politik.

Pemaparan dilakukan secara daring dalam Rapat Pimpinan Pemprov Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (19/12/2025).

Baca juga: Gaji Dosen di Singapura 25 Kali Lipat Lebih Besar dari Gaji Dosen PTN Indonesia

Baca juga: Dukungan Mengalir, Mamuju Dinilai Sudah Sangat Layak Jadi Kota

Kinerja Pemprov Sulbar

Direktur Eksekutif Indonesia Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan kinerja Pemprov Sulbar secara umum berada pada kategori baik.

Indeks kinerja Pemprov Sulbar tercatat 3,561 dari skala 1–5.

Tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur berada di atas 70 persen.

Sementara kepuasan terhadap kinerja pemerintah provinsi secara keseluruhan berada di angka 59,3 persen.

Jalan Rusak Jadi Sorotan Publik

Meski demikian, survei mencatat dua persoalan utama yang menjadi perhatian masyarakat.

Sekitar 25 persen responden menyoroti kondisi jalan rusak.

Selain itu, mahalnya harga kebutuhan pokok juga menjadi keluhan publik.

Burhanuddin menyebut persoalan infrastruktur menjadi tantangan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat turut memengaruhi kondisi tersebut.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved