Senin, 18 Mei 2026

Cuaca Ekstrem

DAFTAR Wilayah Rawan Dampak Cuaca Eksrem atau Badai Tropis Akhir Tahun 2025

Teuku menjelaskan, periode musim hujan November hingga April merupakan masa tumbuhnya bibit siklon tropis di selatan Indonesia.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto DAFTAR Wilayah Rawan Dampak Cuaca Eksrem atau Badai Tropis Akhir Tahun 2025
Tribunnews.com/Tribun-Medan.com
BANJIR LONGSOR SUMUT - Korban banjir dan longsor Sumatera Utara masih terus bertambah. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem hingga awal 2026, termasuk pembentukan bibit siklon pada periode Nataru.
  • Wilayah rawan terdampak meliputi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan dan Tengah.
  • Pemda diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memantau peringatan dini dan mengaktifkan posko pemantauan cuaca.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Cuaca ekstrem akhir tahun 2025 belum usai.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan, bibit siklon hingga siklon tropis selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 masih sangat potensi melanda sejumlah wilayah.

Baca juga: Pusdalops BPBD Sulbar Pastikan Sulawesi Barat Aman dari Dampak Langsung TD Ex-Siklon Tropis Senyar

Wilayah tersebut meliputi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan dan Tengah

Teuku menjelaskan, periode musim hujan November hingga April merupakan masa tumbuhnya bibit siklon tropis di selatan Indonesia.

"Wilayah-wilayah tersebut perlu diwaspadai," kata Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah yang dihadiri seluruh kepala daerah secara Hybrid, Senin (1/12/2025).

Ia menegaskan bahwa siklon tak selalu terbentuk.

Namun, bibit siklon yang muncul dapat berkembang menjadi fenomena dewasa dan memicu hujan ekstrem maupun angin kencang.

“Kadang kala bibit siklon ini muncul kemudian hilang, tapi dalam beberapa kasus dia muncul kemudian berkembang menjadi dewasa yang kita sebut jadi siklon,” katanya.

Faisal juga mengingatkan bahwa sejumlah kejadian sebelumnya seperti Siklon Seroja yang terjadi NTT pada 202.

 Siklon Cempaka 2017 hingga Siklon Senyar di Selat Malaka yang menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi sepenuhnya aman dari badai tropis.

BMKG meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan.

Termasuk memantau peringatan dini hingga 8 hari sebelum pembentukan siklon.

Posko-posko pemantauan cuaca juga sudah diaktifkan di tingkat pusat, provinsi, hingga bandara dan pelabuhan.

“Mohon kita mulai sekarang bersiap-siap bahwa Indonesia tidak lagi menjadi negara yang aman terhadap terjadinya siklon tropis,” tegasnya.

Dalam paparannya, Faisal menyebutkan bibit siklon diprediksi mulai tumbuh di wilayah selatan Indonesia pada periode Nataru.

Nantinya, dampaknya bisa bersifat langsung maupun tidak langsung terhadap daerah di sekitarnya. (*)

 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved