Bapperida Sulbar
Hadapi APBD Terpangkas, Bapperida Sulbar: Keterbatasan Anggaran Bukan Penghalang
Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan bahwa situasi ini justru menjadi pemicu untuk perencanaan matang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Rapat-paripurna-Dewan-Perw.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat pada Selasa (9/9/2025) malam menjadi momen penting bagi arah pembangunan daerah.
Acara ini ditandai dengan penyerahan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
Dalam pidatonya, Gubernur mengungkapkan bahwa rencana anggaran APBD 2026 mengalami penurunan signifikan dari Rp2,1 triliun menjadi sekitar Rp1,6 triliun.
Baca juga: APBD Sulbar 2026 Hanya Rp 1,6 Triliun, DAK Fisik Ditiadakan, SDK : Kita Harus Terima Kenyataan Ini
Baca juga: Chromebook Bantuan Tersangka Nadiem Digunakan 25 Siswa SDI Sulobaja Mateng Gladi ANBK
Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah pusat yang tidak lagi memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 16,5 persen, dan menurunkan Dana Bagi Hasil (DBH) hingga 74,6 persen.
"Ini memang berat bagi daerah," ungkap Suhardi Duka. "PAD kita hanya kisaran Rp600 miliar. Kita sih, maunya bikin jalan, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, tapi kalau uang tidak ada, kita mau apa?"
Menanggapi tantangan fiskal tersebut, Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan bahwa situasi ini justru menjadi pemicu untuk perencanaan yang lebih matang.
"Situasi fiskal yang dihadapi saat ini memang sangat menantang, namun bukan berarti kita kehilangan arah. Justru dalam kondisi seperti inilah peran perencanaan menjadi semakin krusial," ujar Junda.
Ia menambahkan, Bapperida Sulbar berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dalam APBD 2026 diarahkan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas.
"Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan pemicu untuk berpikir lebih tajam, bertindak lebih bijak, dan melayani lebih tulus," tambahnya.
Dengan semangat gotong royong, ia yakin Pemerintah Provinsi Sulbar akan tetap melangkah maju demi kesejahteraan masyarakat, meskipun dihadapkan pada tantangan anggaran yang berat.
Pernyataan Junda Maulana ini menjadi penegasan bahwa perencanaan strategis dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga arah pembangunan Sulawesi Barat.(*)
| Bapperida Sulbar Dorong Sinkronisasi Data dan Anggaran dalam Pembahasan LKPJ Polman 2025 |
|
|---|
| Sinkronkan Program Prioritas Nasional, Bapperida Sulbar Mulai Evaluasi Perencanaan dan Anggaran 2026 |
|
|---|
| Perkuat Akses Pendidikan, Bapperida Sulbar Manfaatkan Data Verval ATS Berbasis NIK |
|
|---|
| Perkuat Kinerja Berbasis Data, Bapperida Sulbar Sosialisasikan Aplikasi Digital ASN |
|
|---|
| Amujib Tegaskan Arah Baru Bapperida Sulbar: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Empati Sosial |
|
|---|