Kapolda Sulbar Baru

PMII Mamuju Harap Kapolda Baru Tegas Ungkap Kasus Oli Palsu dan Tak Jadi Tameng bagi Perusahaan

Ia menyambut baik kehadiran Kapolda baru di Bumi Malaqbi, Sulawesi Barat.

Editor: Nurhadi Hasbi
PMII Mamuju
KAPOLDA BARU - Ketua Umum PMII Cabang Mamuju, Refli Sakti Sanjaya, dan sejumlah kader dan alumni silaturahmi dengan Irjen Adi Deriyan, Jumat (29/8/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) yang baru, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, khususnya dalam penegakan hukum transparan dan berpihak pada rakyat.

Ketua Umum PMII Cabang Mamuju, Refli Sakti Sanjaya, mengungkapkan harapan itu usai silaturahmi dengan Irjen Adi Deriyan.

Ia menyambut baik kehadiran Kapolda baru di Bumi Malaqbi, Sulawesi Barat.

Baca juga: PMII Mamuju Desak Kapolda Sulbar Baru Tuntaskan Kasus Mandek

“Kami mengucapkan selamat datang Bapak Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta di bumi Malaqbi. Semoga kehadiran beliau bisa membawa angin segar bagi progres penegakan hukum di Sulbar,” kata Refli kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (29/8/2025).

Salah satu persoalan hukum menjadi sorotan PMII Mamuju adalah kasus dugaan peredaran oli palsu ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulbar.

Penggerebekan terhadap gudang oli palsu tersebut dilakukan pada 25 Mei 2025.

Dalam operasi itu, polisi disebut menyita sekitar 2.000 dos oli diduga ilegal.

Namun hingga kini, Refli menilai belum ada kejelasan soal penetapan tersangka.

“Hanya barang bukti disita, sedangkan pelaku utama belum juga ditetapkan. Ini menjadi tanda tanya di masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong agar Irjen Adi Deriyan dapat mengatensi serius perkara ini dan memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk jika melibatkan pejabat publik.

“Jika kasus ini dibiarkan berlarut tanpa kejelasan, maka jangan salahkan publik jika menganggap Polda Sulbar kongkalikong dengan oknum pengusaha oli palsu. Apalagi, praktik ini diduga kuat punya koneksi ke salah satu anggota DPR RI asal Sulbar,” tegas Refli.

Selain kasus oli palsu, PMII juga meminta Polda Sulbar tidak menjadi alat perlindungan bagi perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan hidup dan merampas ruang hidup masyarakat.

“Harapan kami, di bawah kepemimpinan Kapolda baru, Polda Sulbar tidak menjadi tameng bagi korporasi perusak lingkungan di Sulbar,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved