Mamuju Tengah
Polres Mateng Keliling ke Toko-toko Ingatkan Warga Waspada Peredaran Uang Palsu
Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah, IPTU Yosep Herman, langsung pimpin langsung kegiatan ini.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/polres-mateng-uang-palsu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sat Binmas Polres Mamuju Tengah mengedukasi warga di Tobadak dan Topoyo terkait bahaya uang palsu serta cara mengenalinya.
- Petugas mengimbau masyarakat menggunakan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) saat menerima uang dan memasang stiker layanan darurat 110.
- Warga diminta segera melapor jika menemukan uang mencurigakan, karena peredaran uang palsu merupakan tindak pidana berat.
TRIBUN-MAMUJU.COM, MAMUJU TENGAH – Satuan Binmas (Sat Binmas) Polres Mamuju Tengah turun tangan mengimbau dan memasang pamflet imbuan waspada uang palsu di toko-toko kelontong wilayah Topoyo dan sekitarnya, Selasa (14/4/2026).
Pasalnya uang palsu masih mengintai di tengah aktivitas jual beli masyarakat.
Polres Mamuju Tengah gencar turun ke desa-desa untuk mengedukasi warga.
Kali ini, personel Sat Binmas menyambangi Desa Tobadak dan Desa Topoyo pada Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Cek Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries Dapat Apresiasi, Gemini Makin Hoki
Baca juga: Sempat Viral 2 Pekan Dibiarkan, Sampah di Pinggir Jalan Kota Polman Diangkut Petugas
Mereka langsung bersua dengan warga untuk kasih tahu cara bedain uang asli sama palsu, sekaligus pasang stiker nomor darurat polisi 110.
Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah, IPTU Yosep Herman, langsung pimpin langsung kegiatan ini.
Dengan gaya santai tapi serius, ia mengajak warga agar tidak gampang percaya saat terima uang, apalagi kalau transaksinya besar.
"Kalau terima uang, jangan langsung disimpan. Cek dulu. Lihat gambarnya, raba kertasnya, terawang ke sinar. Itu namanya metode 3D. Kalau ragu, jangan diterima," tegas IPTU Yosep dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Selasa (14/4/2026).
Ia juga bilang, peredaran uang palsu bisa bikin rugi besar.
Makanya, kalau nemu uang yang mencurigakan, warga diminta langsung lapor polisi.
Tidak cuma sosialisasi, petugas juga tempel stiker layanan 110 di tempat-tempat yang sering dikunjungi warga.
Kayak warung kopi, toko kelontong, dan fasilitas umum lainnya.
Layanan 110 ini gratis, bisa dihubungi kapan saja kalau ada keadaan darurat, mulai dari maling, ribut, sampai butuh bantuan polisi dengan cepat.
"Jangan takut atau ragu hubungi 110. Ini untuk kenyamanan kita semua," tambah IPTU Yosep.
| 31 KK di Desa Kombiling Mateng Tak Punya MCK, Punya Balita Rentan Stunting |
|
|---|
| Perusahaan Sawit Minim Kontribusi Terhadap PAD Mamuju Tengah, PMII Dorong Pemda Kaji Ulang |
|
|---|
| PUSDAL Ingat Seluruh Perusahaan Sawit di Mateng Agar Tidak Ada Limbah Cemari Lingkungan |
|
|---|
| 42 Pengurus DWP Mamuju Tengah Dikukuhkan, Siap Bersinergi Dukung Program Pemerintah |
|
|---|
| Wakil Bupati Askary Sebut Dharma Wanita Persatuan Harus Berkolaborasi Siapkan Generasi Emas 2045 |
|
|---|