Pemkab Mateng
Program SANIMAS dan PISEW Dorong Lingkungan Sehat di Mamuju Tengah
Seperti, pengelolaan air limbah rumah tangga dan penyediaan air bersih, yang langsung menyentuh kebutuhan dasar
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/GTEHY5UJ.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Mamuju Tengah bersama masyarakat berhasil memaksimalkan program SANIMAS dan PISEW, meningkatkan sarana sanitasi dasar di desa-desa.
- Perbaikan sanitasi rumah tangga dan penyediaan air bersih mendorong kualitas lingkungan lebih sehat dan produktivitas warga meningkat.
- Keberhasilan program ini menjadi model pembangunan partisipatif yang berkelanjutan, dengan fokus pada pemeliharaan fasilitas dan kesadaran masyarakat.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berkolaborasi dengan masyarakat memaksimalkan program perbaikan sanitasi lingkungan.
Hasilnya, menunjukkan progres signifikan.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar mengatakan, implementasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) berhasil mengubah wajah Mamuju Tengah lebih produktif dan sehat.
Baca juga: UMK Mamuju Lebih Tinggi dari UMP Sulbar, Ketua HIPMI Mamuju : Perusahaan Bisa Kolaps
Baca juga: Polresta Mamuju Bongkar 44 Kasus Narkotika, 55 Tersangka Ditangkap Sepanjang 2025
Menurutnya, medua program ini fokus pada pembangunan sarana sanitasi dasar.
Seperti, pengelolaan air limbah rumah tangga dan penyediaan air bersih, yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.
Tetapi, juga mendorong peningkatan produktivitas warga dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal lebih layak dan mendukung.
"Terima kasih buat seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran," ucap Askary di lokasi peresmian, Desa Tobadak , Kecamatan Tobadak, Mateng Rabu (24/12/2025).
Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kuat antara pemerintah sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai pelaku utama.
Keberlanjutan program menjadi perhatian utama.
Pemerintah daerah menekankan, tugas selanjutnya adalah memastikan manfaat dari infrastruktur yang telah dibangun dapat terus dirasakan masyarakat hingga bertahun-tahun ke depan.
Hal ini mencakup komitmen untuk pemeliharaan sarana secara berkelanjutan serta peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga fasilitas sanitasi telah tersedia.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan wilayah lainnya.
Sehingga menunjukkan bahwa pembangunan partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Serah Terimakan Lahan Pembangunan RSUD Baru |
|
|---|
| DKPPKB Sulbar Petakan SDMK Puskesmas di Mamuju Tengah, Masih Kurang 34 Nakes |
|
|---|
| Pemkab Mamuju Tengah Belajar Penerapan SPBE ke Polman, Dorong Percepatan Layanan Digital |
|
|---|
| Target Nol Kekerasan Perempuan dan Anak di Mamuju Tengah, Sekda Minta OPD Perkuat Kolaborasi |
|
|---|
| Jelang MTQ Sulbar 2026, Calon Peserta Mamuju Tengah Ikuti Seleksi |
|
|---|