Rabu, 3 Juni 2026

UT Majene

Api Boedi Oetomo Menyala dari Majene Direktur UT Devi Ajak Semua Jajaran Perkuat Solidaritas

Bangsa Indonesia kini tidak lagi sekadar menjaga kedaulatan teritorial, melainkan harus merebut kedaulatan informasi

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Api Boedi Oetomo Menyala dari Majene Direktur UT Devi Ajak Semua Jajaran Perkuat Solidaritas
Tribun-Sulbar.com/UT Majene
PERINGATAN HARKITNAS - Jajaran UT Majene foto bersama usai melaksanakan upacara peringatan hari Kebangkitan nasional 

TRIBUN-SULBAR.COM - Jajaran Universitas Terbuka (UT) Majene membakar semangat nasionalisme pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan penuh khidmat.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si.

Baca juga: Emak-Emak ODGJ Ditangkap di Hutan Usai Parangi Warga di Tapalang Mamuju Wajah Korban Luka

Baca juga: Rumah di Tapango Polman Hangus 1 Tewas Diduga Dibakar Penghuni Lain Alami Gangguan Kejiwaan

Devi menyampaikan amanat penting dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam pidato yang dibacakannya, ditegaskan bahwa sejarah Boedi Oetomo pada tahun 1908 adalah "fajar menyingsing" bagi perjuangan intelektual bangsa. 

Namun di tahun 2026 ini, medan pertempuran telah bergeser. 

Bangsa Indonesia kini tidak lagi sekadar menjaga kedaulatan teritorial, melainkan harus merebut kedaulatan informasi dan memimpin transformasi digital.

Mengusung tema besar "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", upacara ini menjadi momentum refleksi terhadap langkah strategis pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto. 

Pembangunan manusia kini dikejar secara masif melalui ekosistem kesejahteraan yang utuh , mulai dari Program Makan Bergizi Gratis , pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga jaminan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat. 

Tak hanya itu, kemandirian ekonomi dari pinggiran juga diperkuat lewat hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sisi menarik yang menjadi sorotan dalam Harkitnas kali ini adalah ketegasan negara dalam melindungi generasi muda di dunia maya. 

Implementasi penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) serta kebijakan berani membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun per 28 Maret 2026, menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan etika dan pelindungan anak.

Menutup upacara, Direktur UT Majene mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan delapan misi besar Asta Cita sebagai kompas penunjuk arah. Melalui momentum ini, UT Majene siap mengambil peran: menyalakan kembali api "Boedi Oetomo", memperkuat solidaritas, dan meningkatkan literasi digital demi membawa Indonesia berjaya di panggung dunia. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved