PPPK Paruh Waktu
5.953 Pemohon SKCK, Polres Majene Hanya Mampu Layani 400 Orang Per Hari
Keterbatasan kapasitas tersebut membuat masyarakat harus bersabar menunggu giliran.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Honorer-lulus-PPPK-Paruh-Waktu-antre-urus-SKCK-di-Mapolres-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Majene tercatat mencapai 5.953 orang sejak layanan dibuka beberapa waktu lalu.
Lonjakan ini menyebabkan antrean panjang tidak terhindarkan.
Polres Majene hanya mampu melayani sekitar 400 hingga 500 pemohon per hari.
Baca juga: Polresta Mamuju Temukan Pemohon SKCK untuk PPPK Paruh Waktu Pernah Terlibat Narkoba
Keterbatasan kapasitas tersebut membuat masyarakat harus bersabar menunggu giliran.
Meski begitu, Polres Majene memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai prosedur dan secara transparan.
“Meski jumlah pemohon cukup tinggi, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sesuai aturan,” tegas Kasi Propam Polres Majene, Iptu Slamet Riyadi, Jumat (19/9/2025).
Polres Majene melalui Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) juga terus memperketat pengawasan di ruang pelayanan Satuan Intelkam, agar penerbitan SKCK tetap bersih dan profesional.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dengan tawaran oknum yang mengaku bisa mempercepat proses.
“Semua mekanisme pengurusan sudah jelas dan transparan,” tutupnya.
Jika setiap pemohon SKCK membayar Rp 30 ribu sebagai pemasukan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Maka, Polres Majene telah mengumpulkan PNBP dari pemohon SKCP PPP Paruh Waktu Rp 178.680.000 (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Anwar Wahab
| Bupati Mamuju Tengah Perbolehkan PPPK Paruh Waktu Ambil Pekerjaan Tambahan |
|
|---|
| Curhat Sawir, Nakes di Mamuju Tengah yang Mengabdi Sejak 2010 Kini Resah Pikirkan Nasib PPPK |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, 42 Persen APBD Pasangkayu 2026 Terserap untuk Gaji 1.991 PNS dan PPPK |
|
|---|
| Nasib 50 Honorer Puskesmas Bambu Terombang-ambing, Kapus: Masih Menanti Regulasi Final BLUD |
|
|---|
| Usulan Ditolak Kemenpan RB, Ribuan Honorer di Mamuju Harus Gigit Jari, Sekda Klaim Punya Solusi |
|
|---|