Pelecehan Siswi SMA
Staf Sekolah Minta Polisi Cek Rekaman CCTV Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Siswi SMA di Majene
Kesaksian itu dikuatkan staf perempuan, Hikmah. Ia mengaku hadir langsung di UKS dan melihat kepala sekolah hanya mendampingi dua siswi.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Ilham Mulyawan

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Pihak kepala sekolah di Majene, Sulawesi Barat meminta kepolisian mengecek rekaman CCTV, terkait tudughan pelecehan seksual terhadap siswi di sebuah SMA negeri di Majene.
Kasus dugaan pelecehan seksual ini telah masuk di meja penyidik Polres Majene.
Kepala sekolah SMA bersangkutan diduga telah melakukan pelecehan kepada siswi SMA yang berada di ruang UKS sekolah.
Staf Tata Usaha sekolah bersangkutan, Sawadi yang sejak awal berada di lokasi, menceritakan bahwa kepala sekolah justru menghindari kontak langsung dengan siswi yang sakit.
Baca juga: KRONOLOGI Laporan Kasus Dugaan Pelecehan Siswi SMA di Majene, Kepsek Membantah
Baca juga: Polisi Segera Ungkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SMA Negeri oleh Kepala Sekolah di Majene
“Sejak awal meminta saya mencari staf perempuan untuk mendampingi. Jadi tidak benar kalau ada pelecehan,” katanya kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).
Kesaksian itu dikuatkan staf perempuan, Hikmah. Ia mengaku hadir langsung di UKS dan melihat kepala sekolah hanya mendampingi dua siswi.
“Tidak ada tanda-tanda pelecehan. Bahkan saat diantar ke puskesmas, siswi sakit tidak mengeluh atau mengadu soal apapun,” ungkapnya.
Sekolah berharap publik menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.
“Kronologi ini bisa dicocokkan dengan rekaman CCTV, silakan diperiksa,” tambah Sawadi.
KRONOLOGI
Kasus ini berawal laporan siswi SMA di Majene, terkait dugaan pelecehan yang menyeret nama kepala sekolah.
Lokasi kejadian diduga di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Staf Tata Usaha, Sawadi, yang mendampingi kepala sekolah saat peristiwa terjadi, mengatakan bahwa pada Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 08.15 Wita mereka sedang mengecek renovasi UKS.
Saat bersamaan, dua siswi datang mengantar temannya yang sakit.
“Kepsek langsung meminta saya mencari staf perempuan untuk mendampingi,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).