Kamis, 4 Juni 2026

Idul Adha

Memahami Makna Hari Tasyrik Idul Adha 2026 Beserta Amalan yang Dianjurkan

Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Adha ditetapkan

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Memahami Makna Hari Tasyrik Idul Adha 2026 Beserta Amalan yang Dianjurkan
suandi
Salat Idul Adha - Ribuan jamaah yang sedang menunggu pelaksanaan salah idul Adha di Anjungan Manakarra Mamuju, Jl Yos Sudarso, Keluruhan Binanga, Jumat (6/5/2025). Sejak pukul 06.00 WITA, ribuan masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk menunaikan ibadah salat Id. 

TRIBUN-SULBAR.COM- Hari Tasyrik merupakan rangkaian hari penting yang mengiringi perayaan Hari Raya Idul Adha. Pada momen ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak zikir, serta merefleksikan rasa syukur kepada Allah SWT.

Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Adha ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Hari Tasyrik sendiri dimulai satu hari setelah Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dengan demikian, Hari Tasyrik Idul Adha 2026 diperkirakan berlangsung pada:

Kamis, 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 H)

Jumat, 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 H)

Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 H)

Arti dan Keutamaan Hari Tasyrik

Secara harfiah, Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Pada periode ini, jemaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melaksanakan syariat melempar jumrah.

Sementara bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, Hari Tasyrik dikenal sebagai waktu untuk makan, minum, dan mengingat Allah SWT. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW:

Baca juga: Ramalan Shio Besok, Keuangan Shio Naga Membaik, Asmara Shio Ayam Makin Cair

"Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah." (HR Muslim)

Karena karakteristik hari tersebut adalah untuk merayakan kemenangan dan menikmati hidangan, hukum Islam secara tegas melarang umat Muslim untuk berpuasa pada ketiga hari tersebut.

Larangan ini berlaku mutlak, termasuk bagi mereka yang terbiasa menjalankan Puasa Sunnah Senin-Kamis maupun Puasa Daud.

Merujuk pada hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan menyampaikan: "Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan, minum, dan mengingat Allah Azza wa Jalla." (HR Ahmad). Umat Islam baru diperbolehkan melanjutkan puasa sunnah setelah tanggal 13 Dzulhijjah berakhir.

Ragam Amalan Sunnah di Hari Tasyrik

Meskipun dilarang berpuasa, Hari Tasyrik justru menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved