Kamis, 7 Mei 2026

Kesehatan

Ini Dampak Bullying Bagi Korban dan Pelaku Menurut Penelitian

Seorang siswi dianiaya oleh dua siswi yang tak lain adalah anak dari kepala sekolah sendiri.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Ini Dampak Bullying Bagi Korban dan Pelaku Menurut Penelitian
AI Gemini
DAMPAK BULIYYING- Isu perundungan atau bullying terus menjadi momok yang mengkhawatirkan di lingkungan pendidikan dan sosial. 

TRIBUN-SULBAR.COM – Isu perundungan atau bullying terus menjadi momok yang mengkhawatirkan di lingkungan pendidikan dan sosial. 

Bahkan kasus perundungan ini kerap terjadi di lingkungan sekolah, kasus terbaru baru saja terjadi di SMKN Balanipa Polman.

Seorang siswi dianiaya oleh dua siswi yang tak lain adalah anak dari kepala sekolah sendiri.

Baca juga: Mengapa Pertempuran Surabaya 10 November Jadi Hari Pahlawan Nasional? Ada Peran Jurnalis di Baliknya

Baca juga: Stop Beri Makan Anak Sambil Digendong, Ini Dampak Buruk yang Bisa Muncul

Lantas bagaiamana menurut peneliti soal aksi  bullying ?

Berdasarkan sumber diperoleh, para peneliti sepakat, bullying bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan perilaku agresif  memiliki dampak jangka panjang dan merusak, baik bagi korban maupun pelakunya.

Dampak serius bullying harus diwaspadai, berdasarkan sudut pandang akademis.

Korban bullying tidak hanya menderita luka fisik (pada kasus kekerasan fisik), tetapi mengalami kerusakan mental dan emosional yang bisa terbawa hingga dewasa.
 
Korban perundungan ini akan selalu mengingat persitiwa, bahkan akan terus terekam didalam pikiran, sehingga menimbulkan mental down.

1. Gangguan Kesehatan Mental yang Kompleks

Depresi dan Kecemasan Berlebihan: Ini adalah dampak psikologis paling umum. Korban rentan merasa sedih, rendah diri, kesepian, dan kehilangan minat pada aktivitas yang disukai 
 
Dalam kasus perundungan serius, korban dapat mengalami trauma berkepanjangan hingga berkembang menjadi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). 

Gejalanya meliputi kilas balik, mimpi buruk, dan ketakutan yang berlebihan.

Penelitian menunjukkan, korban bullying tidak mendapat dukungan memadai berisiko sangat tinggi memiliki pikiran atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa putus asa dan tidak ada jalan keluar.

2. Masalah Fisik dan Akademik

Stres dan kecemasan yang ditimbulkan bullying dapat memicu gejala psikosomatis, yaitu munculnya penyakit fisik akibat kondisi psikologis.

 Contohnya: sakit perut, sakit kepala, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau gangguan pencernaan, terutama saat harus pergi ke sekolah

Penurunan Prestasi: Rasa cemas, takut, dan sulit berkonsentrasi membuat korban kesulitan mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya, prestasi akademik menurun drastis, bahkan menjadi prediktor untuk risiko putus sekolah (Result 1.4, 1.7).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved