Kesehatan
Ini Dampak Bullying Bagi Korban dan Pelaku Menurut Penelitian
Seorang siswi dianiaya oleh dua siswi yang tak lain adalah anak dari kepala sekolah sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Isu-perundungan-atau-bullsosial.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Isu perundungan atau bullying terus menjadi momok yang mengkhawatirkan di lingkungan pendidikan dan sosial.
Bahkan kasus perundungan ini kerap terjadi di lingkungan sekolah, kasus terbaru baru saja terjadi di SMKN Balanipa Polman.
Seorang siswi dianiaya oleh dua siswi yang tak lain adalah anak dari kepala sekolah sendiri.
Baca juga: Mengapa Pertempuran Surabaya 10 November Jadi Hari Pahlawan Nasional? Ada Peran Jurnalis di Baliknya
Baca juga: Stop Beri Makan Anak Sambil Digendong, Ini Dampak Buruk yang Bisa Muncul
Lantas bagaiamana menurut peneliti soal aksi bullying ?
Berdasarkan sumber diperoleh, para peneliti sepakat, bullying bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan perilaku agresif memiliki dampak jangka panjang dan merusak, baik bagi korban maupun pelakunya.
Dampak serius bullying harus diwaspadai, berdasarkan sudut pandang akademis.
Korban bullying tidak hanya menderita luka fisik (pada kasus kekerasan fisik), tetapi mengalami kerusakan mental dan emosional yang bisa terbawa hingga dewasa.
Korban perundungan ini akan selalu mengingat persitiwa, bahkan akan terus terekam didalam pikiran, sehingga menimbulkan mental down.
1. Gangguan Kesehatan Mental yang Kompleks
Depresi dan Kecemasan Berlebihan: Ini adalah dampak psikologis paling umum. Korban rentan merasa sedih, rendah diri, kesepian, dan kehilangan minat pada aktivitas yang disukai
Dalam kasus perundungan serius, korban dapat mengalami trauma berkepanjangan hingga berkembang menjadi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Gejalanya meliputi kilas balik, mimpi buruk, dan ketakutan yang berlebihan.
Penelitian menunjukkan, korban bullying tidak mendapat dukungan memadai berisiko sangat tinggi memiliki pikiran atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa putus asa dan tidak ada jalan keluar.
2. Masalah Fisik dan Akademik
Stres dan kecemasan yang ditimbulkan bullying dapat memicu gejala psikosomatis, yaitu munculnya penyakit fisik akibat kondisi psikologis.
Contohnya: sakit perut, sakit kepala, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau gangguan pencernaan, terutama saat harus pergi ke sekolah
Penurunan Prestasi: Rasa cemas, takut, dan sulit berkonsentrasi membuat korban kesulitan mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya, prestasi akademik menurun drastis, bahkan menjadi prediktor untuk risiko putus sekolah (Result 1.4, 1.7).
| Merasa Lemas Meski Sudah Hidup Sehat? Ini Kesalahan Nutrisi Sering Dialami Perempuan |
|
|---|
| Solusi Kurang Serat, Inilah Manfaat Rutin Konsumsi Jus Buah dan Sayur di Tengah Kesibukan |
|
|---|
| Jangan Sepelekan Nyeri di Kaki, Kenali Gejala Saraf Neuropati Perifer Sejak Dini |
|
|---|
| KOHATI Apresiasi Pemda Mateng Aktifkan Kembali BPJS PBI Warga Usai Verifikasi Ulang |
|
|---|
| Puskesmas Pekkabata Polman Tetap Buka Poli Umum di Masa WFA, Puluhan Warga Antre Berobat |
|
|---|