Selasa, 5 Mei 2026

Khazanah Islam

Amalan Terbaik, Doa Mustajab Saat Hujan Deras

Inilah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. ketika hujan turun terlalu lebat hingga menimbulkan kekhawatiran

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Amalan Terbaik, Doa Mustajab Saat Hujan Deras
SUANDI
GENANGAN AIR - Pengendara yang melintas di genangan air usai hujan deras di Jl Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Kamis (11/9/2025). Pantauan di lokasi, genangan air menutupi hampir seluruh badan jalan hingga membuat pengendara motor dan mobil harus melintas dengan hati-hati. 

TRIBUN-SULBAR.COM- Hujan adalah rahmat dari Allah Swt. yang membawa kehidupan, menyuburkan tanah, dan mengisi sumber air. 

Namun, ketika intensitasnya meningkat hingga menjadi hujan deras, sering kali timbul kekhawatiran akan bahaya seperti banjir atau kerusakan. 

Dalam ajaran Islam, Rasulullah Saw. mengajarkan sebuah doa khusus yang dipanjatkan saat hujan turun sangat lebat dan dikhawatirkan membawa mudarat. 

Baca juga: Manfaat Daun Srikaya, Pengontrol Gula Darah hingga Potensi Antikanker

Baca juga: Doa dan Tujuh Tips Jitu Menjaga Ingatan Tetap Tajam di Tengah Keseharian yang Padat

Doa ini merupakan permohonan agar hujan dialihkan ke tempat-tempat yang lebih membutuhkan dan tidak menimbulkan bencana bagi permukiman manusia.

Doa Saat Hujan Lebat dan Dikhawatirkan Bahaya

Inilah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. ketika hujan turun terlalu lebat hingga menimbulkan kekhawatiran:

Bacaan Arab:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Transliterasi Latin:
Allāhumma hawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal ākāmi wal jibāli, wazh zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

Makna dan Hikmah Doa

Doa ini mengandung makna yang sangat mendalam, mencerminkan kebijaksanaan dan kepasrahan seorang Muslim:

Permohonan Keberkahan, Bukan Bencana: Permintaan "hawālainā wa lā 'alainā" (di sekitar kami, bukan di atas kami) menunjukkan harapan agar hujan tetap menjadi berkah, namun dialihkan agar tidak merusak permukiman dan aktivitas manusia. Ini adalah bentuk tawakal, memohon agar karunia-Nya datang tanpa membawa mudarat.

Permintaan Pengalihan Hujan: Penyebutan lokasi seperti dataran tinggi (ākāmi), gunung-gunung (jibāli), bukit-bukit (zhirābi), lembah (buthūnil awdiyati), dan tempat tumbuhnya pepohonan (manābitis syajari) adalah permintaan agar Allah Swt. mengarahkan curah hujan ke wilayah-wilayah alam yang dapat menyerap air secara optimal. Hal ini sangat penting untuk mengisi sumber mata air, menyuburkan hutan, dan mencegah banjir di kawasan padat penduduk.

Pengakuan atas Kuasa Allah 

Selain doa di atas, waktu turunnya hujan adalah salah satu waktu mustajab (waktu dikabulkannya doa). Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu ini untuk:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved