Kesehatan
Sering Dikira Flu Biasa, Waspadai Gejala Campak yang Bisa Serang Orang Dewasa
Orang yang belum pernah terinfeksi campak sebelumnya juga memiliki risiko lebih besar tertular virus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/fwefgewfe.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM- Penyakit campak diketahui hanya dapat menyerang anak-anak.
Namun faktanya, penyakit atau inveksi virus ini sebenaranya dapat terjadi pada orang dewasa.
Menurut dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Wayan Gustawan, menjelaskan bahwa virus campak dapat menginfeksi siapa saja tanpa memandang usia.
Menurut dia, kasus campak memang lebih banyak ditemukan pada anak-anak.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulbar 16 Maret 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Siang Ini
Baca juga: WFA Mulai Diberlakukan, Kantor Pelayanan Adminduk di Polman Tetap Buka
Meski begitu, orang dewasa tetap memiliki kemungkinan tertular, terutama jika daya tahan tubuhnya lemah atau belum pernah terpapar virus tersebut sebelumnya.
“Secara umum semua orang bisa terkena, baik orang dewasa, orang tua maupun anak-anak. Namun dari sisi frekuensi, sebagian besar memang terjadi pada anak-anak,” kata dr. Wayan Gustawan dalam talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, kelompok dengan sistem kekebalan tubuh rendah perlu lebih waspada terhadap penularan campak.
Termasuk di antaranya penderita penyakit tertentu, individu dengan gangguan sistem imun, maupun lansia yang daya tahan tubuhnya menurun.
Orang yang belum pernah terinfeksi campak sebelumnya juga memiliki risiko lebih besar tertular virus ini.
Pada fase awal, gejala campak sering kali sulit dikenali karena menyerupai penyakit flu. Penderita biasanya mengalami demam yang disertai batuk dan pilek.
Selain itu, mata juga dapat terlihat merah seperti mengalami iritasi atau peradangan.
Kondisi ini kerap membuat penderita menganggap gejala tersebut sebagai flu biasa.
“Gejala awal biasanya demam, lalu disertai batuk, pilek, dan mata tampak merah seperti sakit mata,” ujar dr. Wayan.
Beberapa hari setelah demam muncul, biasanya akan terlihat tanda khas campak berupa ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.
Ruam tersebut umumnya pertama kali muncul di bagian wajah sebelum kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
| Jangan Sepelekan Nyeri di Kaki, Kenali Gejala Saraf Neuropati Perifer Sejak Dini |
|
|---|
| KOHATI Apresiasi Pemda Mateng Aktifkan Kembali BPJS PBI Warga Usai Verifikasi Ulang |
|
|---|
| Puskesmas Pekkabata Polman Tetap Buka Poli Umum di Masa WFA, Puluhan Warga Antre Berobat |
|
|---|
| Manfaat Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan dan Kesehatan Tubuh |
|
|---|
| Strategi Tepat Atur Kalori Selama Ramadan Agar Tubuh Tetap Bugar dan Berat Badan Stabil |
|
|---|