Sepak Bola Ricuh Tapalang

Masih Cari Pelaku Penikaman, Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi Keributan Bola di Tapalang Mamuju

Nyaris tidak menikmati waktu istirahat, bahkan kadang hanya beristirahat di mobil atau di gazebo yang berada di pesisir pantai

Editor: Ilham Mulyawan
Istimewa
RICUH BOLA- Turnamen sepak bola peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berakhir ricuh, Selasa (12/8/2025) petang. 

Kemudian keempat keamanan menyediakan bantuan bagi masyarakat yang ingin melapor/ menanyakan masalah kasus yang sedang terjadi berupa langsung menemui Kanit Reskrim Polsek / Kapolsek tappalang.

"Jadi terkait kasus penikaman itu ditangani sementara oleh kepolisian. Kami sementara penyelidikan mengungkap siapa pelakunya, tentu akan ditindak sesuai hukum berlaku," ujar Herman.

Sehingga warga kedua desa diminta menahan diri, dan bersabar ingga polisi menuntaskan kasus ini.

"Karena kasusnya sementara kami dalami dulu," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, warga Kuridi mendatangi Markas Polsek Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (13/8/2025) malam.

Mereka berjalan kaki sejauh tiga kilometer untuk meminta ketegasan polisi, terkait kasus penikaman yang melukai tiga warga Kuridi dalam bentrokan antar suporter sepak bola di Lapangan Bahagia Galung, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Selasa (12/8/2025) sore.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara tim Kasambang versus Dayangina, yang dimenangkan tim Dayangina melalui drama adu penalti.

Kapolsek Tapalang AKP Mino membenarkan kedatangan warga tersebut.

"Malam tadi warga Kuridi datang secara baik-baik ke Polsek. Mereka menuntut agar pelaku penikaman segera ditangkap," kata Mino saat dihubungi, Kamis (14/8/2025).

Menurut Mino, pihaknya sudah berkomitmen menindaklanjuti laporan warga.

"Saya juga sudah sampaikan ke Reskrim dan Kapolres, mewakili masyarakat, agar pelaku segera diamankan," ujarnya.

Kasus ini kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polresta Mamuju.

Bentrok antar pendukung sepakbola terjadi, usai seorang warga Kasambang diduga terpancing emosi dan berlari ke lapangan mengejar warga Kuridi. 

Insiden itu memicu perkelahian massal antara dua kelompok suporter.

Akibat bentrokan, tiga warga Kuridi terluka dan dibawa ke Puskesmas Tapalang

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved