Sabtu, 16 Mei 2026

HUT Kemerdekaan

Penjual Bendera Musiman di Majene Keluhkan Pembeli Lesu

Sebagian besar pedagang berasal dari luar daerah, seperti Garut (Jawa Barat), Jawa Timur, dan Makassar.

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Penjual Bendera Musiman di Majene Keluhkan Pembeli Lesu
Anwar Wahab/Tribun-Sulbar.com
‎PEDAGANG BENDERA: Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pedagang bendera musiman di dekat masjid raya Kabupaten Majene sepi pembeli, Senin (11/8/2025). Berbagai atribut kemerdekaan dijajakan, mulai dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, stiker Garuda Pancasila, hingga perlengkapan dekorasi panggung. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, para pedagang bendera musiman di Kabupaten Majene mengeluhkan sepinya pembeli.

Padahal, mereka sudah membuka lapak sejak pertengahan Juli 2025.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (11/8/2025), para pedagang terlihat di sejumlah titik strategis.

Baca juga: Bendera One Piece dan Palestina Banyak Dicari di Mamuju, Pedagang : Kami Jual Merah Putih

Seperti depan Masjid Raya Majene, kantor BRI, hingga samping Mapolres Majene.

Mereka menjajakan berbagai atribut kemerdekaan, mulai dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, stiker Garuda Pancasila, hingga perlengkapan dekorasi panggung.

Sebagian besar pedagang berasal dari luar daerah, seperti Garut (Jawa Barat), Jawa Timur, dan Makassar.

Salah satunya, Dani, pedagang asal Garut, mengaku sudah hampir sebulan berjualan di Majene namun masih sepi pembeli.

“Saingan tahun ini banyak sekali. Pembeli jadi terbagi. Sekarang masih jauh dari target penjualan,” ujarnya saat ditemui di Jalan Poros Majene.

Dani mematok harga bendera mulai dari Rp25 ribu hingga Rp80 ribu, umbul-umbul Rp35 ribu–Rp60 ribu, stiker Rp10 ribu, hingga dekorasi panggung Rp250 ribu–Rp450 ribu.

Jika dalam kondisi ramai, omzet hariannya bisa tembus Rp800 ribu hingga Rp1 juta, atau sekitar Rp20 juta sebulan.

Namun hingga pertengahan Agustus ini, pembeli masih lesu.

“Kalau mendekati 17 Agustus biasanya ramai, tapi sekarang belum terasa,” tutup Dani.(*)

‎ Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved