Kamis, 28 Mei 2026

Kemenkum Sulbar

3 Desa Sulbar Masuk Nominasi Peacemaker Justice Award Kemenkum

Ajang penghargaan nasional yang diberikan kepada desa/kelurahan berprestasi, dalam menciptakan perdamaian masyarakat

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 3 Desa Sulbar Masuk Nominasi Peacemaker Justice Award Kemenkum
Istimewa
HAM - kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Sunu Tedy Maranto, menyampaikan peran penting sektor bisnis dalam menghormati dan memenuhi Hak Asasi Manusia (HAM).Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan "Penguatan Kapasitas HAM bagi Pelaku Usaha" yang diselenggarakan di Hotel Afla Mamuju yang dilaksanakan oleh Kanwil KemenHAM Sulawesi Barat.. 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Sebanyak tiga desa Sulawesi Barat (Sulbar) melangkah ke tingkat pusat, dalam ajang Penerima Peacemaker Justice Award Tahun 2025.

Ajang penghargaan nasional yang diberikan kepada desa/kelurahan berprestasi, dalam menciptakan perdamaian dan keadilan di masyarakat.

Ketiga desa Sulbar lolos ke tingkat nasional di antaranya Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. 

Baca juga: Perkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi, Diskominfo SP Sulbar Coaching Klinik

Baca juga: Upaya Pencegahan Korupsi, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Sambangi KPK RI

Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. 

Terakhir Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu. 

Penghargaan Peacemaker Justice Award digagas untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip keadilan restoratif (restorative justice) dalam penyelesaian masalah sosial, mengedepankan musyawarah, serta menekan potensi konflik di tengah masyarakat.

"Pencapaian ini adalah hasil kerja sama pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh warga, " ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Sunu Tedy Maranto, Jumat (8/8/2025). 

Proses seleksi Peacemaker Justice Award dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional, dengan indikator penilaian yang mencakup efektivitas forum musyawarah, penurunan angka konflik, inovasi penyelesaian masalah, dan partisipasi aktif masyarakat.

"Ketiga desa ini akan mewakili Provinsi Sulawesi Barat dalam tahap penilaian akhir di tingkat pusat pada bulan September 2025. Pemenang akan diumumkan dalam puncak acara yang rencananya digelar di Jakarta, " tambah Sunu. 

Kadiv P3H Kemenkum Sulbar, John Batara Maniakallo menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa/kelurahan lainnya untuk terus mengedepankan semangat perdamaian, gotong royong, dan keadilan demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved