Minggu, 24 Mei 2026

Keterbukaan Informasi Publik

Perkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi, Diskominfo SP Sulbar Coaching Klinik

Coaching klinik untuk memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik lebih efektif dan berkelanjutan. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Perkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi, Diskominfo SP Sulbar Coaching Klinik
HUMAS PEMPROV SULBAR
KETERBUKAAN INFORMASI - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat Coaching Klinik bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Jumat (8/8/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur terus mendorong peningkatan pelayanan publik melalui transformasi digital dan keterbukaan informasi.

Menindaklanjuti komitmen tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat Coaching Klinik bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Jumat (8/8/2025).

Coaching Klinik dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, dan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar.

Baca juga: Upaya Pencegahan Korupsi, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Sambangi KPK RI

Coaching klinik untuk memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik lebih efektif dan berkelanjutan. 

Ridwan menekankan pentingnya peran strategis PPID sebagai garda terdepan dalam menjamin transparansi informasi di lingkungan pemerintahan.

“Keterbukaan informasi bukan hanya soal kewajiban regulasi, tetapi bentuk pertanggungjawaban moral kita kepada publik," kata Ridwan.

Ia berharap melalui coaching ini, setiap badan publik memiliki pemahaman dan komitmen sama dalam menjalankan amanat keterbukaan informasi.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran interaktif bagi para pengelola informasi di OPD. 

Melalui forum ini, kualitas pelayanan informasi publik di Sulawesi Barat dapat semakin meningkat.

Informasi yang seharusnya diketahui masyarakat, kata dia, harus disampaikan secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Mari kita jadikan coaching klinik ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan badan publik profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved