Rekonstruksi Kasus
Polisi Rekonstruksi Kasus Pengendara Motor Tewas di Palippis, Rupanya karena Dikejar Pakai Parang
Dalam rekonstruksi, kedua pelaku memperagakan 27 adegan di tiga lokasi berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dua-remaja-pelaku-rekontruksi-kasus-pengendara-tewas-di-Palippis.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Dua remaja berinisial F (17) dan AD (16) jalani rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan berujung kecelakaan maut di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (29/7/2025).
Rekonstruksi untuk menerangkan proses korban YD (19) tewas.
YD ditemukan tewas bersimbah darah di Jl Trans Sulawesi, Palippis, Kecamatan Balanipa, Polman, Rabu (16/7/2025) lalu.
Baca juga: Polisi Selidiki Pelaku Begal di Palippis Polman, Korban Perempuan Tasnya Dirampas
Awalnya, korban diduga tewas karena murni kecelakaan.
Rupanya korban dikejar oleh dua pelaku.
Dalam rekonstruksi, kedua pelaku memperagakan 27 adegan di tiga lokasi berbeda.
Adegan memperlihatkan korban dikejar dan diancam menggunakan parang panjang empat pelaku, termasuk F dan AD.
Korban dibuntuti pelaku menggunakan dua sepeda motor berboncengan dari Alun-alun Tomadio.
“Saat berada di pinggir jalan, motor korban sempat ditendang salah satu pelaku,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Polman, Ipda Mulyono.
Korban ketakutan terus melarikan diri hingga wilayah Palippis.
Di Palippis, korban menabrak pohon dan terjatuh.
Adegan lain, salah satu pelaku mengambil helm korban berlumuran darah.
Korban kemudian ditemukan tewas di lokasi kejadian.
Polisi menyatakan kasus ini bukan murni kecelakaan.
Tetapi, korban diburu hingga kecelakaan dan meninggal dunia.