Rabu, 3 Juni 2026

Perang Thailand vs Kamboja Makin Memanas, 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka

Salah satu korban sipil tewas saat berlindung di pagoda Buddha yang dihantam roket Thailand. 

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Perang Thailand vs Kamboja Makin Memanas, 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka
Istimewa
KOLASE PERANG- Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali meledak menjadi konflik bersenjata serius setelah serangkaian ledakan mengguncang perbatasan pada Kamis (24/7/2025). 

Sementara itu, pihak militer Thailand mencatat 13 warga sipil, termasuk anak-anak, dan enam tentara tewas dalam rentetan serangan. 

Selain itu, 29 tentara dan 30 warga sipil Thailand terluka, dengan banyak dari mereka menderita akibat pecahan bom dan runtuhan bangunan.

Evakuasi Massal dan Status Darurat

Kondisi semakin memburuk memaksa evakuasi besar-besaran. 

Pemerintah Kamboja menyatakan sekitar 20.000 warga telah dievakuasi dari wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Thailand

Di sisi lain, Thailand mengungkapkan lebih dari 138.000 orang telah dievakuasi dari delapan distrik perbatasan yang kini berada dalam status darurat militer.

Setidaknya 300 pusat evakuasi telah dibuka di Thailand untuk menampung warga yang mengungsi akibat konflik.

Eskalasi Serangan: Roket dan Jet Tempur

Ketegangan memuncak pada Kamis siang ketika Thailand dan Kamboja saling melakukan serangan langsung. 

Militer Kamboja dituduh meluncurkan roket jarak jauh ke wilayah Thailand, menghantam sejumlah target sipil termasuk sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Sebagai respons, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk melakukan serangan udara ke sejumlah sasaran di wilayah Kamboja

Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah pagoda, menewaskan warga sipil yang sedang berlindung di dalamnya.

Pihak Kamboja mengecam tindakan tersebut dan menuduh Thailand menggunakan bom tandan, senjata yang telah dilarang secara luas oleh komunitas internasional. 

Mereka menyebut hal ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang.

Tuduhan Pelanggaran HAM dan Respons Global

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved