Selasa, 28 April 2026

Otomotif

Tangki Motor Kemasukan Air: Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

Air yang bercampur dengan bensin dapat menimbulkan masalah serius pada sistem pembakaran motor.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Tangki Motor Kemasukan Air: Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya
AI Gemini
TANGKI MOTOR- Pernahkah kalian mendapati tangki motor kesayangan kemasukan air? Kejadian ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari penutup tangki yang kurang rapat saat hujan deras, hingga proses kondensasi atau pengembunan yang terjadi di dalam tangki akibat perbedaan suhu ekstrem. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pernahkah kalian mendapati tangki motor kesayangan kemasukan air? 

Kejadian ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari penutup tangki yang kurang rapat saat hujan deras, hingga proses kondensasi atau pengembunan yang terjadi di dalam tangki akibat perbedaan suhu ekstrem. 

Apapun penyebabnya, jika air sudah bercampur dengan bahan bakar, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah segera menguras tangki.

Baca juga: Potret Pejabat Eselon II dan Tim Ahli Gubernur Sulbar Jalani Retreat di Makorem 142 Tatag

Baca juga: Lowongan Kerja Trakindo Utama: 28 Posisi untuk SMK, D3, dan S1

Ade Setiawan, Service Advisor di bengkel resmi Yamaha Amie Jaya Motor, Depok, Jawa Barat, menegaskan bahwa menguras tangki adalah solusi terbaik.

 "Cara yang paling baik adalah dengan menguras tangki untuk keluarkan airnya," ujarnya melansir OtoGrid.com, Jumat (18/ 7/2025).

Air yang bercampur dengan bensin dapat menimbulkan masalah serius pada sistem pembakaran motor.

Jika dibiarkan, campuran air dan bensin ini akan menghambat kerja mesin, menyebabkan motor tersendat-sendat, atau bahkan mati total dan sulit dihidupkan kembali.

Ferry Nurul Fajar, Technical & Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menyarankan agar tidak mencoba menghidupkan mesin jika volume air yang masuk cukup banyak.

 "Usaha untuk menghidupkan mesin akan percuma karena air tidak bisa membuat terjadinya pembakaran," jelas Ferry. 

Fokus utama harus dialihkan untuk mengeluarkan air dari tangki melalui proses pengurasan.

PEEREDARAN OLI PALSU - Dealer resmi Yamaha PT Suracojaya Abadimotor Cabang Mamuju di Jl Abd Syakur, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (26/5/2025). Khusus untuk dealer resmi, mereka memastikan keaslian oli dengan mengambil stok langsung dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang ada di Jakarta.
PEEREDARAN OLI PALSU - Dealer resmi Yamaha PT Suracojaya Abadimotor Cabang Mamuju di Jl Abd Syakur, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (26/5/2025). Khusus untuk dealer resmi, mereka memastikan keaslian oli dengan mengambil stok langsung dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang ada di Jakarta. (Andika Firdaus)

Solusi Optimal untuk Berbagai Kondisi

Setelah air berhasil dikeluarkan, barulah tangki motor bisa diisi kembali dengan bensin. 

"Kalau sudah begini motor akan bekerja dengan normal lagi," tambah Ferry.

Bagaimana jika air yang masuk hanya sedikit? 

Meskipun jumlah air yang minim mungkin tidak langsung menimbulkan gejala signifikan saat motor digunakan, pengurasan tangki tetap sangat disarankan.

Air, meskipun sedikit, yang terus menerus mengendap di dalam tangki dalam jangka panjang dapat memicu korosi atau karat pada dinding tangki. 

Kondisi ini tentu dapat merusak tangki dan berdampak pada kualitas bahan bakar yang masuk ke mesin. 

Oleh karena itu, untuk menjaga performa dan ketahanan tangki motor kalian, pengurasan adalah langkah pencegahan yang paling efektif.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved