Senin, 11 Mei 2026

Pasar Murah

Pasar Murah Pemprov Sulbar Diserbu Warga, Beras 2,5 Ton Habis Secepat Kilat

Habibi menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pasar Murah Pemprov Sulbar Diserbu Warga, Beras 2,5 Ton Habis Secepat Kilat
HUMAS PEMPROV SULBAR
PASAR MURAH - Pemprov melalui Dinas Ketapang Sulbar kembali menggelar gerakan pangan murah di Depan Kantor Gubernur Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kamis 17 Juli 2025. Ini menindaklanjuti arahan Bapanas dan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (JSM) sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Kantor Gubernur Sulbar, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kamis (17/7/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM), dalam rangka pengendalian inflasi.

Baca juga: Inilah Bahaya Kesehatan Jika Konsumsi Beras Oplosan, 3 Merek Ditemukan Terjual di Polman

Saat ditemui di lokasi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketapang Sulbar, Habibi, mengatakan beras yang disediakan langsung ludes hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.

"Tadi kita buka mulai pukul 08.00 WITA, belum sampai pukul 08.30 WITA, beras sudah habis. Itu artinya antusias masyarakat terhadap pasar murah ini masih sangat tinggi," kata Habibi.

Dalam pasar murah ini, tersedia beras SPHP dari Bulog sebanyak 1 ton dan beras medium dari Dinas Ketapang sebanyak 1,5 ton, total 2,5 ton beras yang langsung diserbu masyarakat.

Habibi menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda.

"Untuk di sini (depan Kantor Gubernur) kita laksanakan dua hari, dan di Taman Karema juga dua hari. Ini juga sebagai bentuk memeriahkan Hari Jadi Mamuju ke-484 tahun," ungkapnya.

Ia menegaskan, pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di tengah melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras dan telur.

"Kami harap, dengan hadirnya beras SPHP, harga beras di pasaran bisa ikut turun," ujarnya.

Habibi juga menyampaikan, saat ini sudah banyak Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra Bulog dan telah mulai melakukan pemesanan beras SPHP untuk disalurkan ke masyarakat.

"Karena sudah banyak RPK yang jadi mitra kerja sama Bulog dan sudah melakukan order, maka beras SPHP sudah bisa dijual langsung ke masyarakat," pungkasnya.

Salah seorang warga, Matius Kato, berharap program pasar murah seperti ini bisa digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat kecil.

"Pasar murah ini sangat positif bagi kami, masyarakat kecil. Sekarang ini semuanya mahal, jadi kami harus membatasi belanja. Tapi dengan pasar murah seperti ini, kami merasa sangat terbantu. Harusnya ini tetap dilanjutkan," ucap Matius. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved