Minuman Berpemanis
Minuman Berpemanis Ancaman Kesehatan Generasi Muda, Pemerintah Akan Lakukan Hal Ini
Di balik kesegaran minuman kekinian dalam kemasan, tersembunyi ancaman penyakit. Mulai dari obesitas, diabetes, dan hipertensi yang mengkhawatirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-minuman-berpemanis-yang-disebut-menjadi-ancaman-kesehatan-generasi-muda-saat-ini.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Gaya hidup generasi muda yang gemar dengan minuman berpemanis disebut menjadi ancaman serius bagi masa depan kesehatan Indonesia.
Di balik kesegaran minuman kekinian dalam kemasan, tersembunyi ancaman penyakit.
Mulai dari obesitas, diabetes, dan hipertensi yang kian mengkhawatirkan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada kasus penyakit tidak menular (PTM) dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: BREAKING NEWS : Bocah 5 Tahun di Mamuju Diduga Keracunan Minuman Kemasan Dilarikan ke RS
Tak tanggung-tanggung, kondisi ini mulai menyerang anak-anak bahkan sejak usia dua tahun.
“Negara-negara maju menghadapi tantangan penyakit tidak menular. Kita juga sudah mulai melihat tren yang sama. Kalau tidak segera diintervensi, kita akan sangat terlambat,” kata Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian PTM Kemenkes, dalam forum daring Diseminasi Studi Penasaran Makanan Tidak Sehat, Kamis (10/7/2025).
Minuman berpemanis juga meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
Mengonsumsi gula berlebihan yang ada pada minuman berpemanis juga dapat memicu peradangan dan kadar trigliserida yang tinggi, semua adalah faktor risiko utama penyakit jantung.
Gula Tambahan dan Candu Rasa Manis
Salah satu faktor terbesar penyebab krisis kesehatan ini adalah tingginya konsumsi gula tambahan.
Rata-rata asupan gula dari makanan dan minuman manis pada remaja mencapai 18 persen dari total kalori harian.
Bahkan 24 persen pada orang dewasa.
“Tubuh bisa kecanduan rasa manis. Semakin sering konsumsi minuman manis, semakin tinggi kebutuhan gula untuk mendapatkan rasa yang sama,” jelas Nadia.
Kondisi ini memicu obesitas sentral, penumpukan lemak di bagian perut.
Hal ini dapat menjadi pemicu awal berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes, stroke, jantung, hingga gangguan kesuburan.
| Anniversary ke-3 SPS di Mamuju Tengah Dihadiri Ratusan Member Lintas Provinsi |
|
|---|
| Gagal Menyalip, Mobil dan Motor Adu Banteng di Martadinata Mamuju, Korban Dirawat di RS |
|
|---|
| Daftar Lengkap Juara Domino GMT Cup Mamuju Tengah 2026: Tim Kire-Mateng Borong Hadiah Puluhan Juta |
|
|---|
| Jadwal Lengkap Pemberangkatan Haji 2026 Embarkasi Makassar, 43 Kloter Dibagi Dua Gelombang |
|
|---|
| Persimaju Hajar Mandar United 4-0, Rizal Cetak Hattrick dan Bawa Laskar Macoa ke Semifinal |
|
|---|