Selasa, 2 Juni 2026

Khazanah Islam

Baca Ayat Seribu Dinar, Janji Kemudahan dan Pembuka Pintu Rezeki

Ini memberikan harapan besar bahwa tidak ada masalah yang tanpa solusi bagi hamba-Nya yang bersandar pada-Nya.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Baca Ayat Seribu Dinar,  Janji Kemudahan dan Pembuka Pintu Rezeki
AI Gemini
ILUSTRASI GAMBAR AI - Ayat seribu dinar, Ayat seribu dinar, merupakan penggaran dari Surah At-Talaq ayat 2 dan ayat 3, ayat ini memiliki keutamaan yang sangat mulia dan luar biasa bagi siapa saja mengamalkanya dengan takwa dan penuh keyakinan. 

Asal-usul Sebutan "Ayat Seribu Dinar"

Ayat Seribu Dinar merupakan istilah yang merujuk pada surat At-Thalaq pada bacaan akhir ayat 2 hingga seluruh ayat 3.

Ustadz H. Riswanto dalam khutbahnya di Masjid Syuhada, yang ditulis oleh Kemenag Aceh, memaparkan tentang asal-usul sebutan "Ayat Seribu Dinar" untuk dua ayat tersebut.

Ada suatu riwayat menceritakan tentang seorang pedagang dermawan yang bermimpi didatangi Nabi Khidir.

"Beramallah dengan hartamu sebanyak 1.000 Dinar kepada fakir miskin yang banyak berkeliaran meminta-minta," kata Nabi Khidir dalam mimpinya.

Si pedagang awalnya mengabaikan mimpi tersebut, namun ia terus bermimpi hal yang sama hingga tiga kali sehingga ia berniat untuk menjalankan pesan Nabi Khidir.

Setelah melaksanakannya, si pedagang kembali bermimpi bertemu Nabi Khidir yang mengajarkannya beberapa ayat Al-Quran, yang merupakan ayat 2-3 Surat At-Thalaq.

Si pedagang dianjurkan untuk membaca dua ayat tersebut setiap hari agar Allah SWT menyelamatkannya dari bahaya yang akan menimpanya.

Setelah terbangun dari mimpinya, si pedagang kemudian pergi berdagang ke suatu tempat dengan menumpangi sebuah kapal.

Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpangi si pedagang diterjang badai, mengakibatkan kapal tersebut terhempas ke batu karang hingga pecah dan seluruh penumpangnya terlempar ke laut.

Penumpang lain tidak ada yang selamat, namun entah bagaimana, si pedagang tersebut selamat dan berada di pantai beserta dengan barang dagangannya, dikutip dari Sekolah Islam Insan Mandiri Cibubur.

Si pedagang yakin bahwa ia selamat karena diselamatkan oleh Allah karena ia bersedekah 1.000 Dinar dan mengamalkan bacaan ayat 2-3 Surat At-Thalaq.

Namun, secara historis, tidak ditemukan bukti atau catatan tertulis yang valid sesuai dengan asal-usul penamaan ayat 2-3 dalam Surat At-Thalaq dengan sebutan "Ayat Seribu Dinar".

Hal ini disebutkan dalam penelitian Skripsi berjudul "Living Quran Tentang Pengamalan Ayat Seribu Dinar pada Pedagang di Pasar Aceh" yang diajukan oleh Aban Al-Hafi, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat dari program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, pada tahun 2020.

Bahkan dalam beberapa kitab tafsir seperti Tafsir Ibn Katsir, al-Misbah, dan alNur tidak didapati penamaan ayat tersebut dengan nama "Ayat Seribu Dinar" oleh para mufassir.(*)

Artikel telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved