Rabu, 29 April 2026

LPG 3 Kilogram

Harga Elpiji 3 Kg Melonjak di Mamuju, Stok Pangkalan Aman, Ada Apa?

Seorang ibu rumah tangga, Nayla, mengeluhkan harga gas elpiji 3 kg yang kini jauh di atas harga normal.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Harga Elpiji 3 Kg Melonjak di Mamuju, Stok Pangkalan Aman, Ada Apa?
Andika Firdaus/Tribun-Sulbar.com
TABUNG GAS 3 KG – Pangkalan LPG 3 Kilogram Drs Baharuddin di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Senin (7/7/2025). Nur, pemilik pangkalan gas di Mamuju, mengatakan stok elpiji 3 kg di tempatnya cukup aman dan tidak ada tanda-tanda kelangkaan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga gas elpiji 3 kg yang signifikan di tingkat pengecer.

Padahal, stok di pangkalan gas terpantau aman dan tidak mengalami kelangkaan.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan warga mengenai penyebab sebenarnya dari lonjakan harga ini.

Baca juga: 5 Agen di Pasangkayu Suplai LPG 3 Kg ke 288 Pangkalan, Koperindag Pastikan Tak Ada Kelangkaan

Seorang ibu rumah tangga, Nayla, mengeluhkan harga gas elpiji 3 kg yang kini jauh di atas harga normal.

“Saya beli gas 3 kg sekarang sudah di atas harga normal, bahkan sampai Rp30 ribu sampai Rp40 ribu, padahal saya lihat di pangkalan-pangkalan itu stoknya ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga ini sangat memberatkan pengeluaran sehari-hari.

Di sisi lain, Nur, pemilik pangkalan gas di Mamuju, mengatakan stok elpiji 3 kg di tempatnya cukup aman dan tidak ada tanda-tanda kelangkaan.

“Kalau di pangkalan ini tidak ada masalah, stok selalu terisi setiap hari, kecuali hari Minggu,” terang Nur saat ditemui di pangkalannya di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Senin (7/7/2025).

Nur menjelaskan, truk pengantar tabung gas biasanya tiba di pangkalannya sekitar sore hingga malam hari.

“Pagi itu memang masih kosong karena truk tabung datang sore atau malam, dan ketika setelah penukaran, stok tabung gas juga langsung habis karena sudah banyak yang mengantre dan menunggu,” ucapnya.

Nur juga menegaskan, ia menjual tabung gas di pangkalannya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

“Di sini (pangkalan) itu masih Rp18.500, tapi terkadang juga ada pembeli memberi Rp20 ribu,” tambahnya.

Meski stok di pangkalan terpantau aman, Nur mengungkapkan adanya pengurangan pasokan tabung gas yang masuk ke pangkalannya pasca-Hari Raya Iduladha.

“Biasanya itu saya dapat 50 tabung, tapi setelah hari lebaran ini kadang 30 sampai 40 tabung saja,” jelasnya.

Ia menduga, kelangkaan tabung gas melon di pasaran ini kemungkinan seiring dengan peningkatan penggunaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved