Jumat, 22 Mei 2026

Harga Beras Naik

Harga Beras Naik di Pasangkayu, Diduga Dampak dari Kenaikan Harga Penyuplai

Fajrah menjelaskan, banyak penadah di Pasangkayu yang mendapatkan pasokan beras dari daerah lain, seperti Kabupaten Enrekang dan Mamuju.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Harga Beras Naik di Pasangkayu, Diduga Dampak dari Kenaikan Harga Penyuplai
Taufan/Tribun-Sulbar.com
HARGA BERAS NAIK – Tumpukan beras di lapak seorang pedagang di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Senin (7/7/2025). Diskoperindag Pasangkayu sebut kenaikan harga beras akibat harga dari penyuplai juga naik. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Harga beras di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini disampaikan oleh Fajrah, bagian Pemantauan Harga Barang dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Pasangkayu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/7/2025).

Menurut Fajrah, meskipun ada jenis beras yang harganya masih tetap, namun lonjakan harga dari sisi penyuplai atau distributir telah memengaruhi sebagian besar stok beras yang beredar di pasaran.

Baca juga: Harga Beras di Polman Rp16 Ribu per Kg, Pemilik Warung Makan Menjerit, Modal Membengkak

Penadah dan pedagang lokal pun tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga.

“Kenaikan ini karena harga dari penyuplai juga naik. Otomatis penadah beras di Pasangkayu ikut menaikkan harga jual mereka ke masyarakat. Apalagi kebutuhan masyarakat juga sedang meningkat,” jelasnya.

Fajrah menjelaskan, banyak penadah di Pasangkayu yang mendapatkan pasokan beras dari daerah lain, seperti Kabupaten Enrekang dan Mamuju.

Harga di tingkat penyuplai dari dua daerah ini mengalami kenaikan akibat musim panen yang belum merata serta tingginya biaya distribusi.

Berdasarkan data pemantauan harga terbaru, jenis beras medium seperti Cap Nenas dan Cap Jempol kini dijual seharga Rp16.000 per unit, sama seperti harga sebelumnya.

Sementara itu, untuk beras premium seperti Cap Nurmadinah dan Cap Putri Duyung, dipatok di harga Rp18.000 per unit, juga belum mengalami perubahan dari periode sebelumnya.

Meskipun belum ada lonjakan signifikan untuk semua jenis, Fajrah mengingatkan bahwa tren ini bisa berubah sewaktu-waktu.

“Kami tetap memantau secara berkala. Jika terjadi lonjakan drastis, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Pihak Diskoperindag juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong, agar ketersediaan beras tetap merata di seluruh wilayah Pasangkayu.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan para distributor dan penadah agar tidak terjadi penimbunan atau lonjakan harga sepihak,” tutup Fajrah. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved