Rabu, 6 Mei 2026

10 Muharram

Baru Buka 2,5 Jam Pedagang Peralatan Rumah Tangga di Topoyo Mateng Raup Cuan Rp4 Juta

omzet tersebut masih diperkirakan bertambah hingga sore nanti, mengingat antusias pembeli sangat besar.

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Baru Buka 2,5 Jam Pedagang Peralatan Rumah Tangga di Topoyo Mateng Raup Cuan Rp4 Juta
sandi Anugrah
10 MUHARRAM - Mizwar, seorang pedagang pecah belah saat melayani pembeli di kiosnya, kompleks pasar lama Topoyo, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (6/7/2025). Di momen 10 Muharram ini, dirinya mendapat keuntungan lebih. (Sandi/Tribun) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Mizwar, pemilik toko peralatan umah tangga di Kompleks Pasar Lama Topoyo, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) meraup cuan di Hari Asyura 10 Muharram, Minggu (6/7/2025).

Baru saja dua setengah jam buka toko, mulai pukul 06:00 WITA hingga 08:30 Wita, dia sudah mendapat keuntungan jutaan.

"Saya tadi mulai buka pukul 06.00 WITA hingga pukul 08.30 WITA sudah mendapat omzet sekitar Rp4 jutaan," beber Mizwar saat ditemui di tokonya, kompleks pasar lama Topoyo, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Minggu (6/7/2025).

Menurutnya, omzet tersebut masih diperkirakan bertambah hingga sore nanti, mengingat antusias pembeli sangat besar.

Sehingga, dia mengeluarkan sebagian dagangannya ke depan toko untuk menarik perhatian pembeli.

Baca juga: Gayung, Baskom Hingga Wajan Diboyong Emak-emak di Topoyo Mateng di Hari Asyura 10 Muharram

Baca juga: Keutamaan Doa Asyura 10 Muharram Doa Penuh Rahmat, Pengampunan dan Keselamatan

Sekaligus agar pembeli tidak berdesak-desakan saat masuk ke tokonya dan pembeli lebih mudah menjangkau barang yang dibutuhkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, barang-barang dagangannya di jual dengan harga Rp5 ribu hingga Rp400 ribu.

"Paling laris di kios saya itu gayung, baskom, panci dan pembeli di dominasi ibu-ibu," jelasnya.

Menurutnya, Hari Asyura ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang pecah belah.

Hal itu dikarenakan, sebagian besar masyarakat Mamuju Tengah menjadikan tradisi Mappasagena atau pembuka rezeki di setiap 10 Muharram.

"Dibanding tahun sebelumnya, omzet yang saya dapatkan hampir sama tahun ini," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Makkiyah, pedagang pecah belah di kompleks pasar Topoyo.

Menurutnya, Hari Asyura menjadi berkah tersendiri bagi pedagang di setiap tahunnya.

Ia mengatakan, hingga siang ini dirinya sudah mendapat omzet sekitar Rp5 juta. (*)

Menyambut Hari Asyura 10 Muharram 1447 Hijriah, warga Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) menyerbu dagangan pedagang peralatan umah tangga di momen Hari Asyura, 10 Muharram 1447 Hijriah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved